Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Juan Permata Adoe mengatakan perlunya mensukseskan kegiatan perekonomian di tengah melemahnya nilai tukar mata uang Amerika Serikat (AS). ). ) cerita.
Read More : Jelang Libur Nataru, Harga Bahan Pokok Melonjak
Menurut Adoe, Indonesia sangat bergantung pada dolar AS untuk sebagian besar transaksi. Ia merekomendasikan penguatan transaksi pemerintah dengan menggunakan mata uang lokal atau dedolarisasi.
“Transaksi finansial kedua negara bisa menjadi solusi. Salah satu caranya adalah dengan mendorong transaksi bisnis menggunakan mata uang lokal atau mengurangi mata uang,” kata Juan Permata Menghadiri acara Halal Bihalal Trade Kadin Indonesia di Hutan Kota oleh Plataran , Jumat (3/5/2024).
Namun Adoe juga mengetahui bahwa mata uang lokal yang kuat dapat menimbulkan masalah karena dapat mempengaruhi daya saing ekspor. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dan kebijakan yang tepat.
“Pemerintah harus dilibatkan dan diambil kebijakan yang tepat. Selain BI, harus ada kelompok khusus yang dilibatkan,” ujarnya.
Read More : Prabowo Janji Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh pada Hari Buruh 2025
Adoe juga mengungkapkan adanya bea penjualan atau pajak pemerintah yang dapat mempengaruhi persaingan di pasar. Ia berharap adanya hubungan baik antara pemerintah dan pelaku usaha/swasta untuk melakukan perubahan yang diperlukan.
“Kami berharap ada kesepakatan dari pemerintah dan swasta untuk meningkatkan persaingan di industri kelapa sawit kita guna meningkatkan total ekspor,” tambahnya.