Jakarta, Beritasatu.com – Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti angkat bicara soal insiden kekerasan pada laga timnya melawan tim sekota Atletico Madrid, Senin (30 September 2024) dini hari WIB di Stadion Wanda Metropolitano.

Read More : Cedera Lutut Paksa Dani Carvajal Menepi Beberapa Bulan

Laga pekan kedelapan berakhir imbang 1:1. Real Madrid unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Eder Militao pada menit ke-64. Namun, di penghujung pertandingan, tuan rumah mampu menyamakan skor. Pertandingan ini juga menjadi saksi kartu merah yang ditunjukkan kepada pemain Atletico Madrid Marcos Llorente di penghujung pertandingan.

“Saya menghormati pendapat semua orang. Tapi yang jelas tindakan kekerasan yang terjadi di lapangan tidak bisa diterima dan siapa pun yang melakukannya tidak pantas berada di sepakbola atau di masyarakat,” kata Ancelotti, Selasa (10/1/2024).

Pelatih asal Italia itu merasa terganggu dengan kehadiran pihak-pihak yang berusaha mengalihkan perhatian dari insiden brutal tersebut dengan menyalahkan kiper timnya, Thibaut Courtois.

Ancelotti menegaskan Courtois tidak bersalah karena hanya menanggapi ancaman yang dilontarkan pendukung garis keras Atletico Madrid, Front Atletico, yang berada di belakang gawangnya.

Ia berkata: “Membicarakan posisi Courtois ketika para pendukungnya berulang kali berteriak: ‘Saya harap kamu mati’ adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya.”

Dalam pertandingan tersebut, Courtois dilempar benda dari tribun selatan Stadion Wanda Metropolitano.

Kiper asal Belgia itu bermain bersama Atletico Madrid pada 2011 hingga 2014 sebagai pemain pinjaman dari Chelsea. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa para penggemar membencinya.

Tembakannya terjadi setelah Eder Militao mencetak gol untuk Real Madrid pada menit ke-64, menghentikan pertandingan sekitar 10 menit. Surat kabar olahraga The Athletic melaporkan bahwa beberapa benda dilemparkan ke arah Courtois, termasuk korek api dan botol air.

Read More : Binaragawan Indonesia Tampil di Mr Olympia 2024, Netizen Fokus ke Semir Bodinya

Ancelotti menegaskan kejadian seperti itu tidak boleh terjadi di sepak bola. Ancelotti berkata: “Saya berbicara secara umum, kami tidak berbicara tentang penggemar Atletico Madrid, Real Madrid, Barcelona atau Villarreal, tetapi kekerasan harus dihilangkan dalam bentuk apapun.”

Saat ditanya mengenai tepuk tangan yang diberikan para pemain Atletico kepada lini depan Atletico usai insiden pelemparan tersebut, Ancelotti enggan berkomentar.

Ia menyimpulkan: “Saya tidak ingin menanggapi perilaku orang lain, terutama teman-teman yang saya hormati, dan saya tidak punya komentar mengenai hal ini.”

Hasil imbang di Derby Madrid membuat Real Madrid dan Atletico Madrid masih belum mampu memperkecil jarak dengan Barcelona yang memuncaki klasemen Liga Spanyol 2024/25.

Hingga pekan kedelapan, Real Madrid berada di peringkat kedua dengan 18 poin, sedangkan Atletico Madrid di peringkat keempat dengan 16 poin. Barcelona masih memimpin klasemen dengan 21 poin, meski kalah dari Osasuna 4-2.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *