Jakarta, Beritasatu.com – Pasar saham Wall Street Amerika Serikat (AS) melonjak lebih dari 1% pada Jumat (3/5/2024), pasca rilis data ketenagakerjaan AS yang tidak mencapai perkiraan. Hal ini menimbulkan harapan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya.
Read More : Bukan Pistol, Koboi di SPBU Rest Area Jagorawi Ternyata Cuma Todongkan Korek Api
Berdasarkan CNBC International, Sabtu (4/5/2024), rata-rata industri Dow Jones naik 450,02 poin atau 1,18% menjadi 38.675,68. S&P 500 bertambah 63,5 poin, atau 1,26%, menjadi 5.127,79 dan mencatat hari terbaiknya sejak Februari. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 315,3 poin atau 1,99% menjadi ditutup pada 16.156,33.
Semua indeks juga menutup minggu ini dengan baik. Dow Jones dan Nasdaq menguat 1,14% dan 1,43%, sedangkan S&P 500 menguat 0,55%.
Berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS, laporan penggajian independen pada hari Jumat menunjukkan 175.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan April. Jumlah tersebut berada di bawah perkiraan 240.000 pekerjaan yang dibuat oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.
Tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 3,9%, naik dari 3,8% bulan lalu. Angka upah juga lebih rendah dari perkiraan dan merupakan tanda rendahnya biaya hidup.
Read More : IHSG Perdagangan Kamis 18 April 2024 Ditutup Naik 35 Poin
Emily Roland, yang juga pakar investasi, mengatakan hal ini meredakan kekhawatiran investor bahwa perekonomian bisa melampaui atau mempercepat dan menghidupkan kembali harapan penurunan suku bunga.
“Itulah sebabnya suku bunga turun, obligasi meningkat, dan pasar saham meningkat. Berita buruk tentang pasar tenaga kerja berarti bahwa The Fed mungkin mulai menurunkan suku bunganya tahun ini,” Roland menyimpulkan.