Jakarta, Beritasatu.com – Partai Golongan Karya (Golkar) merupakan partai “veteran” di Indonesia. Kiprah Golkar yang mewarnai politik Indonesia selama lebih dari 50 tahun tidak lepas dari peran kepemimpinannya secara umum.

Read More : Top 5 News: Ahmad Dhani Angkat Kaki dari Rumah jika Al Menikah hingga X Ditinggal Petingginya

Setiap periode kepemimpinan masing-masing ketua Golkar mempunyai ciri khasnya masing-masing. Mulai dari kepemimpinan Juhartono di awal Golkar, kepemimpinan Harmoko di akhir Orde Baru, hingga kepemimpinan Airlanga Hartarto di akhir pemerintahan Joko Widodo, kehadiran Golkar sangat terasa.

Harus diakui, mempertahankan kehadiran partai besar seperti Golkar bukanlah perkara mudah. Berikut profil Ketum Golkar dari masa ke masa: Juhartono

Brigjen TNI (Purn) Juhartono dikenal sebagai salah satu pendiri Golkar. Pejuang kemerdekaan Indonesia ini menjabat Ketua Umum Golkar sejak 1964. Nama Juhartono di dunia militer bermula dari seorang komandan peleton di Tentara Relawan Perlindungan Tanah Air (PETA).

Juhartono sangat setia kepada Soekarno. Pada tahun 1964-1967 ia mengelola Golkar. Ia lahir pada tanggal 15 November 1925 dan meninggal pada tanggal 10 Mei 1987 di Suprapto Sukovati. 

Mayjen TNI (Purn) Suprapto Sukowati merupakan Ketua Kedua Golkar. Seperti Juhartono, ia memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menentang pemerintahan Belanda di Hindia Timur.

Berbeda dengan Juharto, pandangan politik Sukwati justru lebih sejalan dengan Soeharto. Pada pemilu 1971, ketika Golkar seperti diketahui saat ini belum menjadi partai utama, peran Sukwati dalam mendukung dan melunakkan pemerintahan Soeharto sangat besar. 

Bukan tanpa alasan Golkar memperoleh 62,82 persen atau 34 juta 348 ribu 673 suara pada pemilu pertama sistem baru tersebut. Angka tersebut berarti Partai Banyan mampu mengamankan 236 kursi di parlemen. Setahun kemudian, Suprapto Sukowati meninggal dunia pada tahun 1972. Amir Mortono

Mayjen TNI (Purn) Amir Murtono menjabat Ketua Umum Golkar pada periode 1973 hingga 1983. Seperti kedua pendahulunya, Amir Murtono memiliki latar belakang militer. Pria kelahiran Jawa Timur ini merupakan salah satu jenderal rezim Orde Baru Soedharmono

Letjen TNI (Purn) Soedharmono menjabat Ketua Golkar pada periode 1983 hingga 1988. Selain dikenal sebagai Ketua Umum Golkar, Soedharmono juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia pada tahun 1988 hingga 1993.

Soedharmono merupakan salah satu orang terdekat dan terpercaya Soeharto. Peristiwa Supersemar yang menjadi simbol penting kekuasaan Soeharto tidak lepas dari peran besar Soedharmono.Vahano.

Letjen TNI (Purn) Vahono juga merupakan tokoh penting di pemerintahan Orde Baru. Selain menjabat sebagai Ketua Umum Golkar pada tahun 1988 hingga 1993, Wahono juga tercatat sebagai Ketua DPR/MPR pada masa Orde Baru.

Sejumlah jabatan strategis pernah disandang Vakhono pada masa pemerintahan orde baru. Pria kelahiran 25 Maret 1925 ini dikenal sebagai sosok yang disiplin. Dia adalah anak ke-11 dari 13 bersaudara dan pernah memegang sejumlah jabatan militer

Nama Kharmoko tidak asing lagi di kalangan reformis. Pada periode terakhir pemerintahan Orde Baru, nama Kharmoko yang saat itu menjabat Ketua Umum Golkar seolah menjadi simbol alat politik Soeharto. 

Read More : Cegah Pendatang Baru, Peserta Balik Mudik Gratis Diskrining Ketat

Harmoko tercatat sebagai Ketua Umum Golkar pada 1993-1998

Jandji Akbar Zahiriddin Tanjung atau dikenal Akbar Tanjung adalah Ketua Umum Golkar pada tahun 1998 hingga 2004. Kepemimpinan Akbar Tanjung di Golkar bukannya tanpa kontroversi dan perhatian bahkan setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasinya.

Akbar Tanjung memiliki karir politik yang menonjol pada rezim Orde Baru sebelum menjabat sebagai Jenderal Golkar. Meski akhirnya menjabat sebagai Ketua Umum Golkar, ia tidak dicalonkan oleh partainya pada pemilu 2004. 

Belakangan, posisi Ketua Umum Golkar ditempati oleh Yusuf Kalla yang mampu menduduki posisi Wakil Presiden Indonesia.

Muhammad Yusuf Kalla atau JK adalah seorang pengusaha dan politikus nasional. Ia tercatat sebagai Ketua Umum Golkar pada 2004-2009. Selain itu, nama J.K. juga akrab karena menjabat wakil presiden Indonesia selama dua periode.

Asal usul Aburizal Bakri bisa dikatakan hampir sama dengan Yusuf Kalla. Pengusaha sekaligus tokoh politik nasional ini juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Golkar pada 2009 hingga 2016.

Raden Agung Laksono merupakan Ketua Umum Golkar periode 2014-2016. Namanya tidak asing lagi di dunia politik karena sejumlah jabatan strategis tercatat pernah disandangnya. Menteri, mulai dari Ketua RKDK hingga anggota Dewan Pertimbangan Presiden Setya Novanto.

Nama Setya Novanto bisa dikatakan menjadi salah satu Ketua Umum Golkar paling kontroversial dalam dua dekade terakhir. Rentetan kontroversi Setya Novanto mencuat apalagi usai ditangkap di penjara mewah.

Namun, masa jabatan Setya Novanto sebagai Ketum Golkar tercatat pada 2016-2017. Airlanga Hartarto

Airlanga Hartarto adalah seorang politikus terkemuka Indonesia. Sejumlah jabatan strategis tercatat pernah disandangnya, antara lain Anggota DPR, Menteri, Ketua Umum Perusahaan Indonesia PB Wushu, Ketua Dewan Pertimbangan Bapera, Ketua Umum Golkar 2017-2024.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *