Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden terpilih Jibran Rakabuming mengunjungi SDN 4 Raka Tangerang untuk meninjau uji coba Program Makan Gratis (MBG). Gibran menilai menu yang ditawarkan di situs tersebut mengikuti anjuran para ahli gizi.

Read More : Pemerintah Targetkan Kebijakan Perpanjangan PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM Rampung sebelum Akhir Desember

“Kemarin kami mencobanya di Sentul, Surabaya, dan Solo,” ujarnya kepada media usai mengunjungi SDN 4 Tangerang, Senin. 8/2024).

Gibran usai meninjau satu per satu ruang kelas menyatakan, salah satu usulan yang diterima dalam program MBG adalah terkait susu dan istirahat makan siang. Menu makanannya juga masuk akal – nasi dengan lauk pauk, sayuran, buah-buahan, dan susu.

“Susu dan istirahat makan siang,” katanya. Kemarin mereka bersatu. Hal ini atas saran orang tua dan ahli gizi. Susu mendapat jeda pertama antara susu dan makan siang.

Selain itu, Gibran juga mengevaluasi wadah makanan yang sebelumnya menggunakan plastik sekali pakai sebagai pengganti kotak bekal. Nantinya, siswa dapat membawa pulang kotak bekal tersebut dan menggunakannya kembali.

“Kemarin para pemerhati lingkungan punya banyak usulan soal pengemasan,” ujarnya. Mereka menggunakan paket ini sebagai kotak makan siang. “Jadi mereka bisa mencucinya dan membawanya kembali besok, jadi tidak ada plastik.”

Gibran juga mengungkapkan seporsi makan siang sekolah gratis di Tangerang dibanderol Rp 15.000. Menurut dia, tiap daerah mempunyai biaya yang berbeda-beda.

Read More : Petrindo Raih Penghargaan Recognized Commitment ESG di Ajang ESG Appreciation Night

“Harganya sama Rp 15.000. Jadi harganya mungkin berbeda-beda di tiap daerah. Namun, kami memastikan kebutuhan nutrisinya tercukupi setiap harinya. Alhamdulillah hari ini di Tangerang, menurut ahli gizi, istirahat minum susu dan makan siang, lalu bawa bekal ke suatu tempat. Ayolah, katanya.

Saat ditanya mengenai persiapan program MBG dan anggaran yang akan diumumkan, Gibran mengaku program tersebut sudah siap dilaksanakan dan anggarannya juga sudah dibicarakan dengan Menteri Keuangan Shri Muliani.

“Kemarin kami sudah bicara dengan Menteri Keuangan dan secara umum seluruh anggaran sudah siap,” tegasnya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengeksekusi program ini dengan baik.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *