Jakarta, Beritasatu.com – Ketebalan salju di pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah, masih terus berkurang dan diperkirakan ketebalannya mencapai 4 meter. Hal ini berdasarkan hasil Departemen Meteorologi, Iklim dan Geografi (BMKG). 

Read More : IHSG Hari Ini Melonjak 73 Poin, Cetak Tren Positif 4 Hari!

Donaldi Sukma Permana, Koordinator Alat Cuaca, mengatakan berkurangnya ketebalan salju yang diperkirakan hanya 4 meter itu didasarkan pada banyaknya pohon yang ditanam di kawasan suhu tinggi Sudirman di pegunungan Jayawijaya. 

Akhirnya ditemukan 14 pin, artinya es tersebut diperkirakan tebalnya 4 meter, katanya dilansir Antara.

Ketebalan salju di pegunungan Jayawijaya mengalami penurunan signifikan dibandingkan pengukuran BMKG sebelumnya, yakni 32 meter pada 2010 dan 5,6 meter pada November 2015-Mei 2016. “Karena saat itu El Nino kuat,” ujarnya. .

Selain itu, jelasnya, hasil survei yang dilakukan pada November 2024 menunjukkan penurunan permukaan salju di Puncak Sudirman secara signifikan. Luas es berkurang menjadi 0,11-0,16 kilometer persegi pada tahun 2022 menjadi sekitar 0,23 kilometer persegi.

Read More : Israel Gempur Pelabuhan Yaman setelah Serangan Houthi ke Tel Aviv

Menurunnya ketebalan salju di pegunungan Jayawijaya dan masih aktifnya cuaca menantang tim peneliti gabungan BMKG dan PT Freeport Indonesia untuk mengukur salju di tempat tertinggi ketujuh di dunia tersebut. “Kami akan terus melakukan penelitian untuk mendata es di Papua yang sulit dipertahankan,” ujarnya.

BMKG menilai berkurangnya ketebalan salju di pegunungan Jayawijaya merupakan pertanda perubahan iklim yang akan membuat Tanah Air semakin hangat.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *