Seoul, Beritasatu.com – Grup idola Le Sserafim saat ini sedang menjadi perbincangan hangat karena disebut-sebut sebagai alat propaganda Jepang. Diskusi ini antara lain terjadi di forum online Korea Selatan.

Read More : Menikah untuk Keempat Kali, Ini Mas Kawin Barbie Kumalasari dan Bagus Saputra

Tuduhan yang dihimpun dari berbagai sumber ini pertama kali mengemuka ketika beberapa penggemar K-Pop melihat apa yang mereka yakini sebagai propaganda Jepang dalam video musik girl grup idola tersebut yang dirilis pada tahun 2023.

Bagian adegan yang saya curigai merupakan propaganda Jepang adalah Sakura yang telentang di dalam air sambil memandang ke langit.

Bagian pemandangan ini menyerupai Pulau Dokdo, salah satu wilayah sengketa antara Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Selain video musik, penampilan LE Serafim di Coachella 2024 juga diduga bersifat propaganda. Pasalnya, ada beberapa bagian grup idola K-Pop yang menggunakan kata-kata dalam bahasa Jepang.

Saat tampil di Coachella, LE Sserafim menampilkan logo tersebut di atas panggung. Tak banyak yang menyangka jika warna dan motif yang digunakan mirip dengan bendera Jepang.

Propaganda budaya Jepang yang digunakan Le Sserafim disebut Cool Japan. Istilah tersebut mengacu pada strategi periklanan Jepang, negara yang menggunakan soft power untuk menarik perhatian masyarakat dunia.

Read More : 8 Penyebab Bangun Tidur Terasa Lelah, Salah Satunya Pola Makan

“Saya ingat mengomentari penampilan LE Sserafim di Coachella dan mengatakan logonya terlihat seperti bendera matahari,” kata salah satu penggemar.

Namun para penggemar LE Sserafim membantah tudingan tersebut, khususnya terkait logo yang ditampilkan di Coachella 2024. Sebagai penggemar, mereka menilai grup idola bukanlah alat propaganda Jepang.

“Aku yakin LE Sserafim bukanlah grup penyanyi yang dijadikan propaganda Jepang,” sahut yang lain.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *