Sleman, Beritasatu.com – Terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Kamis (17/10/2024), Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan 19 gunung lava meletus di barat daya pada periode pemantauan pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Read More : Bupati Deli Serdang Terancam Dimakzulkan DPRD Gara-gara Pecat Kades

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan resminya mengatakan, 19 kawah lava dengan jarak maksimal 1.300 meter terlihat di arah barat daya (Kali Bebeng) pada Kamis pagi.

Pantauan BPPTKG, cuaca di Merapi cerah disertai angin kencang dari arah timur dan barat. Suhu udara tercatat berkisar antara 15 hingga 17,8 derajat Celcius dan kelembaban udara 50,2-60%. Asap kawah tampak berwarna putih dengan intensitas ringan dan tingginya 100 meter dari puncak gunung berapi.

Secara seismik, tercatat 35 pergerakan paus, berukuran antara 3 mm dan 11 mm, dan berlangsung antara 49,8 dan 130,84 detik. Selain itu, Gempa tekonik jarak jauh juga terdeteksi berkekuatan 12 mm dan durasi 92,56 detik.

BPPTKG adalah Boeing; Bedog, Gunung Merapi dinilai berada pada level 3, dengan risiko tertinggi terjadinya aliran lava dan pembentukan awan panas di sisi barat daya sepanjang sungai Krasak dan Bebeng. Jarak bahaya adalah 7 km.

Pada saat yang sama, Di sektor tenggara, Pada jarak 3 km di Sungai Wuro dan 5 km di Sungai Gendol, tanda air tercapai. Selain itu, letusannya bisa mencapai radius 3 km dari puncak.

Read More : Top 5 News: Pengakuan Baru Agus Buntung hingga Ratu FTV yang Kini Tinggal di Kontrakan

Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diminta menghindari aktivitas di zona bahaya dan mewaspadai bahaya lahar, ujarnya.

Warga juga diimbau mewaspadai gangguan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Merapi yang mengkhawatirkan.

Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, BPPTKG akan segera meninjau status gunung berapi tersebut. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *