Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. BSI memperkuat posisinya sebagai market leader perbankan syariah dengan terus menggali potensi bisnis ekosistem halal untuk berbagai sektor industri, salah satunya industri makanan dan minuman halal.
Read More : Masjid Ar Rahman Blitar Bagikan 1.000 Porsi Takjil Gratis Setiap Hari
Wakil Presiden dan Direktur BSI, Bob T. Ananta, mengembangkan ekosistem halal merupakan salah satu fokus utama perusahaan untuk meningkatkan penetrasi layanan keuangan syariah di Indonesia.
Potensi ekosistem halal Indonesia sangat besar. BSI berkomitmen untuk terus meningkatkan potensi industri makanan dan minuman halal untuk mendorong Indonesia menjadi produsen halal global. /10/2024).
Dijelaskannya, nilai riil sektor industri halal yang bisa dimanfaatkan di Indonesia mencapai 264,92 miliar dolar AS atau sekitar 5.000 triliun rupiah. Dari total tersebut, sektor makanan dan minuman halal memberikan kontribusi sekitar 78,9 persen atau sekitar $209,04 miliar.
“Sektor makanan dan minuman, selain potensinya yang sangat besar, juga memiliki multiplier effect yang luas terhadap perekonomian. Oleh karena itu, BSI semakin serius untuk mewujudkan potensi tersebut melalui ekosistem syariah yang kuat demi kesejahteraan bangsa. Kami berharap tidak,” tambah Bob. “Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga mampu menjadi pusat produksi makanan dan minuman halal global.”
Untuk mendukung ekosistem halal, BSI telah mengambil beberapa langkah strategis, antara lain memperkuat industri makanan dan minuman halal nasional dengan memperkuat ekosistem syariah yang mencakup rantai pasok end-to-end.
Langkah-langkah tersebut antara lain kemudahan pembayaran sertifikasi halal melalui virtual account, serta solusi komprehensif bagi pelaku industri halal. BSI juga menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga seperti UPPPH dan BPJPH untuk memperkuat sistem sertifikasi halal nasional.
Selain itu, BSI juga telah memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 1.000 UMKM, membuka zona KHAS (Halal, Aman dan Sehat) serta bekerjasama dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk menciptakan ekosistem halal yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Selain itu, BSI juga mengirimkan lima pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) miliknya untuk mengikuti Incredible Indonesia Festival 2024 di Jeddah, Arab Saudi pada 26-28 September 2024 untuk menembus pasar internasional. Tiga dari lima UMKM yang mengikuti pameran tersebut berasal dari sektor makanan dan minuman halal.
Read More : 8 Tahun Menabung di Drum, Warga Sukabumi Kumpulkan Uang Receh Rp 70 Juta
Hingga September 2024, pembiayaan BSI pada berbagai sektor ekonomi yang tergolong sektor halal tercatat sebesar Rp22,179 miliar atau 9,06% dari total pembiayaan BSI. Beberapa sektor ekonomi halal adalah makanan dan minuman, fashion, serta farmasi dan kosmetik.
Sedangkan pendanaan BSI untuk industri makanan dan minuman halal mencapai Rp10,284 miliar. Pertumbuhan bisnis BSI seiring dengan peningkatan jumlah nasabah BSI yang kini mencapai lebih dari 21 juta orang, menunjukkan kuatnya minat terhadap layanan dan produk halal yang terus tumbuh.
Meningkatkan layanan digital
BSI menunjukkan komitmennya dalam memajukan industri makanan halal melalui beberapa kolaborasi yang benar-benar strategis. Pada Kamis (31/10/2024), BSI resmi menandatangani nota kesepahaman dengan CV Amanda (Amanda Brownies) untuk meningkatkan layanan digital. Penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2024 di JCC Senayan, Jakarta.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas akses dan layanan terhadap produk-produk syariah di bidang makanan halal. Amanda Brownies telah memilih BSI sebagai mitra perbankan syariah utama untuk mendukung beragam kebutuhan transaksi bisnis mereka, mulai dari pengelolaan keuangan hingga transaksi operasional sehari-hari.
Dalam kesempatan lain, Direktur CV Amanda, Joko Erfanto mengatakan, perjanjian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan industri halal di Indonesia.