Enrekang, Beritasatu.com – Longsor dan pohon tumbang memutus jalur Trans Sulawesi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Jumat (3/5/2024). Akibatnya, ratusan kendaraan terjebak kemacetan sepanjang 6 kilometer dari kedua sisi.
Read More : Pembalap Qarrar Firhand Pede Hadapi WSK Super Master Series 2025
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan menutup jalan di kawasan Bamba, Desa Tuara, Kecamatan Enrikang.
Selain pohon tumbang, jalan dan tanah longsor di kawasan Penang Kota Enrikang juga menutup akses jalan utama yang menghubungkan wilayah Tana Toraja-Enrikang-Sedrap dan Penrang sehingga mengakibatkan ratusan kendaraan terjebak kemacetan dari kedua arah. hingga 6 km.
Tiga titik, Kulanjung tempat ujung negara, kata Kapolsek Enrikang, AKBP Didi Surya Dharma.
โSekarang kita punya Exciter yang standby untuk membantu,โ lanjutnya.
Warga sekitar berusaha menebang batang pohon dengan segala cara, namun proses pemindahan sejumlah besar pohon tumbang berjalan lambat.
Selain longsor dan pohon tumbang, pagi ini Kabupaten Enriking juga kembali dilanda banjir yang merendam ratusan rumah warga dan sejumlah perkantoran.
Read More : Hati-hati! Ini 7 Penyebab Penyakit Jantung di Usia Muda
Qadir, salah satu pengemudi yang terjebak kemacetan di lokasi longsor, mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 09.00 Wita, namun belum bisa melintas karena tumpukan longsor masih meninggi dari jalan bukit setinggi 300 meter. .
Katanya kita sudah terjebak 5 jam, longsor sudah berkali-kali terjadi tapi kita tidak awas.
Para pengendara berharap jalan tersebut dapat segera dirawat oleh pihak terkait karena jalan ini merupakan jalan akses antara Solwezi yang juga menjadi jalan penunjang hajat hidup masyarakat ke berbagai distrik.