Jakarta, Beritasatu.com – Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di atas 94.000 dollar AS atau sekitar 1,5 miliar per koin pada Selasa (19/11/2024). Pengajuan tersebut dipicu oleh laporan bahwa perusahaan media sosial Donald Trump sedang menyelidiki akuisisi perusahaan perdagangan kripto Buckcat.
Read More : BSI International Expo 2024 Impresif, Nilai Transaksi di Atas Rp2 T
Langkah ini meningkatkan harapan bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang dapat memperkenalkan kebijakan yang lebih mendukung mata uang kripto.
Melaporkan dari Reuters, mata uang digital terbesar di dunia ini meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun ini. Pada sesi perdagangan pagi Asia, Rabu (20/11/2024), harga Bitcoin tercatat 92.104 dolar AS setelah sempat menyentuh level tertinggi 94.078 dolar AS pada akhir sesi sebelumnya.
Menurut Financial Times, kaukus media dan teknologi Trump dilaporkan hampir menyelesaikan proses penuh untuk mengakuisisi saham Baket. Buckt sendiri didukung oleh Intercontinental Exchange, pemilik New York Stock Exchange.
Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan kenaikan bitcoin disebabkan oleh laporan akuisisi dan dimulainya perdagangan opsi pada ETF Bitcoin BlackRock di Nasdaq.
Read More : Demokrat Dukung Siapa di Pilgub Sumut? Ini Jawaban AHY
Pasca pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada 5 November 2024, nilai Bitcoin terus meningkat. Banyak yang percaya bahwa dukungan Presiden terpilih Donald Trump terhadap aset digital secara diam-diam dapat menghasilkan peraturan yang lebih menguntungkan. Harapan-harapan tersebut pun melahirkan harapan-harapan baru setelah sekian lama mengalami stagnasi.