Kampar, Beritasatu.com – FAS (13), siswi yang menjadi korban perundungan dua kakak kelas di Pondok Pesantren Darul Quran (Ponpes), Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, terus mengalami penurunan kesehatan. .
Read More : Investor Daily Raih Penghargaan dari Pertamina Hulu Energi
Ibu korban, Shinta Offianty mengatakan, kondisi putra sulungnya semakin parah dan sering muntah-muntah.
“Kemarin membaik, tapi hari ini demam dan lebih sering muntah. Siang tadi dibawa ke IGD. Baru tidur, muntah lagi,” kata Shinta kepada Beritasatu.com, Senin (9/9/2021). 2019). 2024).
Shinta juga mengatakan, sejak perundungan itu terjadi, kondisi mental putranya terguncang. Dia menarik diri, kesulitan makan, dan menunjukkan tanda-tanda menyakiti diri sendiri.
Diberitakan sebelumnya, FAS diduga diserang oleh seniornya berinisial A dan R pada 31 Juli 2024. Korban mengaku ditendang dan diinjak pelaku hingga menyebabkan luka di bagian pipi dan kepala. FAS menjalani perawatan di rumah sakit di Panama City, Pekanbaru, selama 3 hari, lalu diperiksa oleh dokter spesialis jiwa di RSJ Tampan.
Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Darul Quran Buya Kariman Ibrahim membenarkan tidak pernah ada kekerasan atau tawuran di pondok pesantrennya. Ia menjelaskan, kejadian tersebut merupakan bentuk pengajaran kepada teman-teman mudanya.
Read More : Jalan Rusak Menuju SMK 2 Cengkareng Ini Langsung Diperbaiki Seusai Diviralkan Siswa
“Tidak ada yang menganiaya atau berkelahi. Memberikan edukasi kepada adik-adik. Kalau masyarakat salat, mereka berkelahi, keluar, melompat, mengganggu, tidak melawan. Tidak ada (yang) menghalalkan kekerasan. Tidak ada apa-apa,” kata Kariman, Jumat. (6/9/2024).
Menanggapi pernyataan Kariman, Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Kampar Linda Wati mengatakan petani mungkin belum sepenuhnya memahami definisi kekerasan terhadap anak. UPT PPA juga akan memberikan pendampingan kepada korban dan pelaku agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik, serta menjamin hak pendidikan anak.