Jakarta, Beritasatu.com – Masa depan industri aset kripto di Indonesia akan cerah karena ekosistem yang mendukung sektor ini secara aman dan transparan.
Read More : Banggar DPR: Persoalan Rupiah Selalu Buat Pening
“Dengan meningkatnya perhatian dari pemerintah dan regulator, industri kripto akan terus tumbuh dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Gabriel Rey, CEO Triv, platform perdagangan aset kripto di Indonesia, di Jakarta, Senin (7/10 /2024).
Transaksi aset kripto Januari hingga Agustus 2024 mencapai Rp 344 triliun. Angka tersebut lima kali lipat dibandingkan perolehan tahun 2023 sebesar Rp 55,4 triliun. “Kami optimis industri aset kripto di Indonesia memiliki potensi yang besar,” kata Gabriel Rey.
Ia mengatakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mendukung perkembangan industri kripto di Indonesia dengan menciptakan ekosistem kripto yang aman, transparan, dan andal bagi seluruh pengguna.
Sementara itu, penggunaan kripto di Indonesia baru mencapai 7% dari jumlah penduduk 275 juta jiwa atau setara dengan $20 juta hingga pertengahan tahun ini. Jumlah ini meningkat dari 18 juta investasi pada akhir tahun 2023.
“Triv akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk regulator, untuk memastikan industri berjalan lancar dan memberikan manfaat yang memadai bagi semua pihak,” ujarnya.
Read More : LPKR Luncurkan Inisiatif untuk Perangi Perubahan Iklim
Didirikan pada tahun 2015, Triv baru-baru ini mendapat izin fisik penuh atas penjualan aset kripto (PFAK) dari Bappebti. Persetujuan ini menjadikan Triv sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia yang memiliki legitimasi dan pedoman hukum dari instansi pemerintah terkait.
Awalnya, Triv memiliki lisensi yang dikeluarkan oleh Bappebti, lisensi untuk mengoperasikan taruhan kripto. Tak hanya itu, Triv juga menjadi anggota dari tiga organisasi penjaminan dana perdagangan dan konsumen yang didirikan Bappebti, yaitu Bursa Kripto Indonesia (CFX), Kliring Komoditi Indonesia (KKI) dan Kustodian Koin Indonesia (ICC).