Penajam Paser Utara, Beritasatu.com – Masjid Nasional (IKN) di ibu kota nusantara rencananya akan digunakan untuk ibadah Idul Fitri pada 1 Hijriah 2025 1446. Dengan kapasitas awal 5.580 jamaah, masjid ini mampu menampung hingga 0.000 jamaah. jujur
Read More : Ketokan Palunya Mampu Memakzulkan 2 Presiden, Ketua Parlemen Korea Selatan Disamakan dengan Dewa Thor
Hariko Vibawa Satria, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, mengatakan pembangunan Pura Negara IKN mencerminkan kemajuan infrastruktur IKN serta mengedepankan semangat keberagaman, saling menghargai dan toleransi antar umat beragama. ย
โKlenteng ini akan berdampingan dengan tempat ibadah pusat dengan tempat ibadah lainnya seperti Katedral, Vihara, Vihara, dan Basilika San Nusantara,โ kata Hariko Vibawa Satria dalam keterangan resmi, 12 Juli 2024.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memperkuat toleransi antar umat beragama, menjaga kerukunan umat, dan memperkuat kesopanan beragama. Saya juga berharap masjid ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama toleran Masjid Negeri IKN – (PUPR/Khusus).
Saat ini, pengerjaan pembangunan Gereja Negeri IKN tahap pertama telah dimulai. Bangunan induk terdiri dari empat lantai, dua mezanin, ruang serbaguna dan halaman parkir dua lantai, dengan kapasitas awal 29.000 jamaah.
Read More : Gibran Sapa dan Bercanda dengan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Masjid Negeri IKN dibangun di atas lahan seluas 32.125 m2, luas pembangunan masjid dan alun-alun 60.173 m2, serta menara masjid seluas 427 m2. Terdapat pula bangunan komersial dua lantai dengan luas 2.212 m2 dan bangunan penunjang satu lantai dengan luas 727 m2.
Masjid ini memiliki tiga bagian utama: kubah utama, ruang terbuka, dan menara. Kubah masjid didesain dengan konsep sorban dan gambar galaksi, melambangkan alam semesta yang tak terbatas.