JAKARTA, Beritasatu.com – PT Bank KB Bukopin Tbk atau KB Bank menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan Bank KB saat ini adalah dengan memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk pelaku usaha penyandang disabilitas (disable pengusaha) melalui program Sahabat Bank KB.

Read More : Menkop Budi Arie Ungkap Alasan Kementerian Koperasi dan UKM Dipisah

Muhammad Azhari, Head of Marketing and Communication Department KB Bank, mengatakan Sahabat KB Bank merupakan langkah nyata KB Bank untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat setempat melalui berbagai upaya, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Sebagai langkah awal dalam inisiatif ini, KB Bank dan Yayasan Menembus Batas menyelenggarakan acara literasi keuangan selama empat hari bagi para wirausaha penyandang disabilitas pada tanggal 11 hingga 14 November 2024 dan mengundang para ahli di bidangnya.

Dalam pelatihan ini, peserta akan belajar tentang metode pengelolaan keuangan UMKM dan pribadi, perencanaan keuangan UMKM jangka pendek dan jangka panjang, serta strategi pemanfaatan dan pengelolaan modal secara efisien. Dalam rangkaian acara ini, para peserta juga mendapatkan pelatihan bermanfaat lainnya dalam pemasaran digital, yaitu penggunaan smartphone untuk membuat konten produk, desain grafis, dan copywriting yang menarik.

“Tahun ini kami membuat nama Sahabat Bank KB dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya untuk memajukan Bank KB, tetapi juga memiliki tujuan. Hari ini kami mengundang teman-teman difabel, dengan bantuan teman-teman yang menembus batas negara, untuk Bantu teman-teman untuk lebih berwirausaha dengan lebih detail dan informasi mengenai literasi keuangan,” kata Azhari, Senin (11 November 2024) di kantor Bank KB di Gedung Sentraya, Jakarta Selatan.

Melalui kegiatan pemasyarakatan ilmu keuangan ini, Bank KB berupaya agar para peserta memahami ilmu pengelolaan keuangan kewirausahaan yang baik sehingga operasional bisnisnya dapat dibawa ke level selanjutnya. Bank KB juga berharap pelatihan ini dapat mendukung kesejahteraan penyandang disabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Azali menegaskan, kegiatan ini sangat penting, apalagi usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Azhari mengatakan, kedepannya Bank KB juga akan menyasar komunitas lain agar dapat memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat.

“Saya berharap Sahabat Bank KB dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Tidak hanya dari sisi UMKM, tapi juga ekonomi kreatif lainnya yang bisa kita dukung untuk masa depan Indonesia,” kata Azhari.

Read More : Siswi SD di Rembang Trauma setelah Jadi Korban Pelecehan Seksual dan Perundungan Teman Sekolah

Margo (43), salah satu peserta UMKM menyambut baik kampanye literasi keuangan Bank KB bagi penyandang disabilitas. Ia meyakini, pengetahuan keuangan merupakan konten penting yang harus dipahami oleh pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro dalam mengembangkan usahanya.

Pemilik kedai kopi di Jakarta Selatan ini pun mengaku mendapat ilmu baru, termasuk strategi yang baik dalam mengelola arus kas, sehingga berdampak pada kemajuan usahanya.

“Kedepannya kita akan tahu bagaimana cara mengatur cash flow suatu usaha, apa yang sebenarnya tidak boleh dilakukan dan apa yang harus dilakukan. Kita juga perlu tahu rencana keuangan satu tahunnya seperti apa,” kata Margo.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *