Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Sumber Daya Air dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan raksasa tekstil China itu akan membangun pabrik di Indonesia. Komentar Luhut muncul di tengah pemogokan buruh di industri garmen Indonesia.

Read More : Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru BNI Hasil RUPST 2025

Luhut tidak menyebutkan nama perusahaan China tersebut. Investor misterius ini juga akan membangun asrama untuk karyawannya. Pabriknya mungkin berlokasi di dekat kota Kertajati, Jawa Barat.

Luhut mengatakan dalam pernyataannya: “Saya juga berdiskusi dengan perusahaan tekstil. Perusahaan akan merapat ke Kertajati yang mempunyai pabrik sangat besar.”

Luhut menambahkan: “Mungkin 30.000 orang, itu bagus karena juga menyediakan perumahan bagi para pekerja. Oleh karena itu, ini adalah contoh terbaik dari pakaian berkualitas tinggi yang kami promosikan.”

Luhut mengaku sudah berbicara dengan Menteri Pertanian dan Perencanaan (ATR) Agus Harimurti Yudhoyono soal izin lahan perusahaan China tersebut.

Luhut mengatakan, “Saya sudah berbicara dengan Menteri ATR begitu dia menerima keputusan tersebut. Mereka segera pingsan.”

Seperti yang disebutkan sebelumnya Industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia sedang menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK), kata Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPN) sejak awal Juni. Sekitar 50.000 pekerja tekstil di-PHK.

Read More : Prospek Cerah karena Refinancing, Penerbitan Surat Utang Korporasi Akan Tembus Rp 143 Triliun

Pada Minggu, 6/6/2020/Presiden KSPN Ristadi mengatakan kepada Beritasatu.com, “Sebenarnya ada 50.000 pekerja (pekerja) pada tahun 2024 pekerja).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Ekonomi Digital Center Institute of Economics and Law (Celios) Nailul Huda mengatakan, terkait dengan terlepasnya industri TPT dari pasar, impor dari Tiongkok berdampak pada produk Need From dalam – Produk TPT di dalam negeri tidak ada tandingannya, terutama dari segi harga.

Pada kuartal I-2024, investasi Tiongkok di Indonesia berjumlah US$1,87 miliar. Angka-angka ini menjadikan Tiongkok sebagai investor asing terbesar ketiga di Indonesia pada periode tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *