Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia menurunkan target integrasi energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2025. Semula ditetapkan sebesar 23%, kini diturunkan menjadi 16-17%. Tindakan ini mengungkap tantangan besar yang dihadapi negara ini dalam energi bersih yang dilakukannya dalam upaya mengurangi emisi karbon di dunia.

Read More : Menhub Sebut Arus Balik Sumatra ke Jawa Masih Landai

Penurunan target ini terungkap dalam diskusi dengan Direktur Harris dari Direktorat EBTKE, Balai Besar Penelitian dan Pengujian Tenaga Listrik Baru, Terbarukan, dan Hemat Energi (BBSP KEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus mengembangkan ekonomi hijau Indonesia” (BNI Investor Daily Summit 2024, diselenggarakan di Jakarta, Selasa, 10 Agustus 2024).

Harris menyatakan, saat ini pangsa energi terbarukan Indonesia kurang dari 14% dan diperkirakan angka tersebut tidak akan meningkat signifikan hingga akhir tahun 2024. 

“Tahun depan kemungkinan hanya 16-17%, belum mencapai 23%,” kata Harris.

Meski tujuan jangka pendeknya belum tercapai, Harris menyatakan bahwa pemerintah mengambil langkah penting untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045 dan net zero carbon (NZE) 2060. 

“Ini adalah program hebat yang akan terus kami pantau di NZE.” “Indonesia mematuhi Perjanjian Paris 2016 dan rencana NZE2060 akan memastikan bahwa pemerintah berikutnya melanjutkan inisiatif berkelanjutan ini.” pungkas Haris.

Sementara itu, sektor industri kehutanan juga mendukung tujuan pemerintah untuk mencapai nol emisi pada tahun 2060. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari grup APRIL, berkomitmen mendukung keberlanjutan. Melalui prinsip efisiensi energi dan praktik konservasi.

Sihor Alitonan, CEO PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit bisnis grup APRIL, menegaskan perusahaan tetap berkomitmen untuk mencapai tujuan tersebut melalui solusi lingkungan. Perusahaan ini mempunyai pendekatan yang unik: untuk setiap hektar yang dikelola HTI, APRIL melindungi dan merestorasi satu kawasan.

Read More : Sritex Masuk Kriteria Delisting di BEI, Dirut:Kami Tunggu Hasil Kasasi

“Saat ini, 80% dari tujuan konservasi dan restorasi kami telah tercapai, termasuk program Restorasi Ekosistem Riau (RER), dimana 150.000 hektar hutan rawa di Provinsi Riau menjadi bagian dari upaya restorasi kami.”

Senada dalam diskusi tersebut, PT Vale Indonesia menyampaikan upayanya dalam memerangi pemanasan global dan perubahan iklim, dengan menetapkan tujuan signifikan nihil emisi pada tahun 2050. Bernardus Irmant, Chief Sustainability Officer Vale Indonesia menjelaskan hal tersebut.

Pak Bernardus mengatakan, perusahaan tidak hanya perlu fokus pada aktivitas yang dilakukan saat ini, namun juga merencanakan aktivitas baru yang berkelanjutan. 

“Kami menjalankan banyak proyek, termasuk memulai proyek baru dibandingkan proyek kami saat ini, kami memiliki opsi teknis terbaik, jadi kami memastikan bahwa semua proyek baru memiliki kapasitas emisi yang sama.” Bernardus menjelaskan.

Berkat upaya terus-menerus yang dilakukan pemerintah dan industri, diharapkan Indonesia dapat mencapai tujuan NZE dengan cepat dan menjamin keberlanjutan sumber daya energinya di masa depan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *