Abu Dhabi, Beritasatu.com – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama bilateral dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di beberapa sektor strategis. Peristiwa itu terjadi saat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada Sabtu (23/11/2024).
Read More : Final Four Proliga: Perkuat Petrokimia, Megawati Belum Tentu Main di Kediri
Kerja sama antara Indonesia dan UEA ini mencakup sektor-sektor penting seperti industri dan teknologi maju, energi, kesehatan, budaya dan pariwisata, pertambangan dan infrastruktur, serta pembangunan pemerintahan.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama strategis demi kemajuan bersama.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan tiga prioritas utama pemerintahannya, yakni ketahanan pangan untuk menjamin stabilitas nasional, ketahanan energi untuk mendukung keberlanjutan dan degradasi internal, serta pengolahan bahan baku untuk meningkatkan nilai tambah produk Indonesia.
“Kami mengajak UEA untuk berpartisipasi aktif di berbagai sektor perekonomian kita,” kata Prabowo Subianto.
Read More : 100 Hari Prabowo: Ini Daftar Kontroversi 8 Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan antara keduanya yang bertanggung jawab untuk meningkatkan koordinasi teknis hingga tahap implementasi. Tujuannya untuk mempercepat implementasi kerjasama yang telah dirancang.
Presiden MBZ menyatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab merupakan landasan yang kokoh untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemajuan di kancah internasional. “Dengan landasan yang kokoh ini, kami akan memperluas bidang kerja sama dan memanfaatkan peluang yang ada. ada.” MBZ menekankan.