Jakarta, Beritasatu.com – Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menyebut kekerasan terjadi pada laga derby Madrid saat timnya menghadapi Atletico Madrid di Liga Spanyol, Senin (30/9/2024) pagi WIB. Derby ibu kota itu berakhir imbang 1-1. Ancelotti mengklaim kipernya Thibaut Courtois mendapat ancaman dari pendukung garis keras Atletico Madrid, Frente Atlético.
Read More : Digelar Akhir Oktober, IMOS 2024 Diramaikan Banyak Merek Sepeda Motor Baru
“Saya menghormati pendapat orang lain. Namun, ada kekerasan dalam pertandingan tersebut dan jelas mereka yang melakukannya tidak pantas mendapat tempat di sepak bola dan masyarakat,” kata Ancelotti, Selasa (2/10/2024).
Pelatih asal Italia itu marah karena menurutnya ada pihak yang ingin mengalihkan isu kekerasan lalu menyudutkan Thibaut Courtois.
Courtois mengaku tidak bersalah dalam menanggapi ancaman suporter Frente Atlético di belakang gawangnya.
“Membicarakan sikap Courtois, di mana fans berkali-kali meneriakkan ‘Saya harap kamu mati’, adalah sebuah pengalihan perhatian dari isu tersebut,” kata mantan manajer AC Milan dan Chelsea itu.
Kiper Belgia Thibaut Courtois menjadi sasaran lemparan benda dari tribun selatan Stadion Civitas Metropolitano saat menghadapi Atletico Madrid.
Thibaut Courtois bermain untuk Atletico Madrid dengan status pinjaman dari Chelsea pada 2011-2014.
Thibaut Courtois dikeluarkan dari lapangan setelah Real Madrid mencetak gol pada menit ke-64 melalui Eder Militau. Pertandingan dihentikan selama 10 menit karena sikap suporter atletik.
Media olahraga terkemuka Spanyol, The Athletic, menyebut mereka melemparkan sejumlah benda ke arah Courtois, termasuk korek api dan sebotol air.
Read More : Ekspor dan Impor Tiongkok Kembali Naik
Bagi Ancelotti yang pernah melatih PSG dan Bayern Munich, hal seperti itu tidak boleh terjadi di sepak bola.
“Saya berbicara secara umum. Ini bukan tentang pendukung Atlético, Real Madrid, Barcelona atau Villarreal, tapi perilaku kekerasan perlu dihilangkan,” kata Ancelotti, yang pernah menangani Parma, Napoli, Juventus dan Everton.
Ancelotti menolak berkomentar ketika ditanya tentang tepuk tangan para pemain Atlético Madrid setelah Courtois meninggalkan Friend Atlético.
“Saya tidak ingin mengomentari perilaku orang lain dan rekan satu tim yang sangat saya hormati. Saya tidak ingin menanggapi hal itu,” ujar mantan gelandang AC Milan itu.
Hasil imbang 1-10 dalam derby Madrid membuat Real Madrid dan Atletico Madrid tidak bisa memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen Liga Spanyol Barcelona.
Pada pekan kedelapan Liga, Real Madrid berada di peringkat kedua dengan 18 poin dan Atlético di peringkat keempat dengan 16 poin. Barcelona berada di puncak klasemen dengan 21 poin setelah kalah 2-4 dari Osasuna.