Gorontalo, Beritasatu.com – Sejumlah korban banjir di Kecamatan Telangu, Kabupaten Gorontalo yang berada di lokasi pengungsian mulai mengalami gatal-gatal, flu, dan demam. Mereka masih membutuhkan bantuan terutama selimut, kasur, perlengkapan bayi, obat-obatan dan air bersih.

Read More : Pria di Pekanbaru Ditipu dan Diperas Waria setelah Pesan Wanita via MiChat

Kami butuh selimut, tikar, obat-obatan, popok karena banyak anak di sini. “Kami juga membutuhkan pakaian karena pakaian kami sudah dicuci dan tidak bisa dicuci,” kata Ernie Banka saat ditemui di lokasi pengungsian di Desa Tebomela, Kecamatan Telango, Kabupaten Gorontalo, Minggu (14/7/2024).

Ernie khawatir banyak warga, terutama anak-anak, yang terserang penyakit gatal, flu, dan demam. Pada saat yang sama, para pengungsi dihadapkan pada cuaca dingin di malam hari karena kurangnya tikar dan selimut.

Diakui Ernie, beberapa warga, termasuk dirinya, mulai mengalami kaki gatal dan sangat membutuhkan pengobatan.

“Itulah sebabnya kakiku terasa gatal. Ernie mencatat: Saya memerlukan obat atau salep untuk menyembuhkan kaki saya.

Ernie juga menjelaskan, ketinggian air di rumah pengungsi sudah melebihi orang dewasa, bahkan ada yang mencapai tiga meter.

Menurut dia, puncak banjir terjadi pada Selasa malam (9/7/2013). Banjir yang melanda rumah warga secara tiba-tiba membuat warga tidak bisa menyelamatkan harta bendanya.

Banjir sudah berlangsung beberapa hari, namun mencapai puncaknya pada Selasa (9/7/2024). Air tiba-tiba naik dan tingginya mencapai kepala para tua-tua. Pakaian kami tidak disimpan. “Pakaian kami yang lain adalah yang kami kenakan sekarang,” kata Ernie

“Saat itu, banyak orang yang panik untuk menyelamatkan barang-barang di rumahnya, namun tidak ada cara untuk menyelamatkan banyak harta benda mereka. Salah satu korban banjir menambahkan, khusus bagi warga yang rumahnya berada di tepi danau.

Read More : Wanita di NTB Tewas Ditusuk Mantan Suami

Beberapa warga mengaku tidak mengungsi dan memilih berdiam diri di rumah untuk berjaga-jaga.

“Saat ini anak, istri, dan cucu saya berhasil diselamatkan di kamp pengungsian dan kami tinggal di sini untuk menjaga rumah. Salah satu korban banjir bernama Mustafa mengatakan: Semua yang ada di rumah kami tenggelam.  

Menurut dia, lemari pakaian, TV, kulkas, dan barang lainnya terendam. Air di dalam rumah naik setinggi kepalanya. Tidak ada lagi pakaian karena semuanya tenggelam.

Sementara data BPBD Kabupaten Gorontalo, terdapat 11 kecamatan dengan 36 desa yang menjadi wilayah banjir. Kali ini total 19.513 jiwa atau setara 5.775 kepala keluarga terdampak banjir.

Wilayah Telango merupakan wilayah yang paling terkena dampak banjir. Ketinggian air mencapai 3 meter. Seluruh desa di kabupaten ini juga terendam banjir. 

Sebanyak 1.665 rumah terendam banjir, 9.413 jiwa terdampak banjir di kabupaten ini, dan 4.761 jiwa mengungsi. Sementara warga lainnya belum dievakuasi karena terus menjaga harta bendanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *