Jakarta, Beritasatu.com – Edi Rivai, Legal Director, Foreign Affairs and Circular Economy PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri daur ulang telah menciptakan lapangan kerja bagi 3 juta pembersih dan pembersih yang saya lakukan. Ia mempromosikan ekonomi sirkular di Indonesia.

Read More : Jokowi Bangga Pertumbuhan Ekonomi Terjaga di Angka 5 Persen

“Ada indikasi setidaknya ada 3 juta pemulung yang mengumpulkan sampah di sektor informal,” kata Edi dalam pemaparan di acara BNI Investor Daily Summit 2024 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10 Agustus 2020). . 2024).

Dalam konteks ekonomi sirkular, Chandra Asri Group aktif bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengelola industri pengelolaan sampah terpadu di Cilegon – Mengatasi Sampah, Manajemen Mandiri (IPST ASARI). Pabrik tersebut dilengkapi dengan mesin pirolisis berkapasitas 100 kg per batch dan digunakan untuk mengubah sampah plastik bernilai rendah menjadi minyak pirolisis. Minyak pirolisis yang dihasilkan telah terdaftar di HAKI dan memiliki merek PLUSRI (Bahan Bakar Plastik ASARI).

IPST ASARI juga terintegrasi dengan program SAGARA, yaitu program pengelolaan sampah di pesisir Anyar yang berbasis pada peningkatan kapasitas masyarakat. Masyarakat dan nelayan dilatih cara memilah sampah dan diajak menabung di bank sampah sebagai tambahan pendapatan ekonomi. Sedangkan sampah plastik multilayer dikirim ke IPST ASARI untuk diolah di PLUSRI. Strategi Chandra Asri Group telah memberikan dampak luas kepada masyarakat, berdampak pada lebih dari 1.000 penerima manfaat di wilayah Cilegon dan Anyar, Banten. Sejak tahun 2020, SAGARA telah mengelola 450,2 ton sampah dan mendistribusikan 1.089 liter PLUSRI.

Edi mengatakan forum bertajuk “Pertumbuhan Berketahanan: Memanfaatkan Potensi Ekonomi Sirkular Indonesia” ini menyaksikan Chandra Asri Group, mantan perusahaan petrokimia, bertransformasi ke Pasifik. Sebagai tulang punggung industri petrokimia Indonesia, perusahaan berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai ekonomi sirkular untuk menciptakan perubahan pola pikir dan perilaku terhadap pengelolaan limbah. Edi menyatakan sampah mempunyai nilai berkelanjutan.

Edi menambahkan: “Pengumpulan limbah PET terbukti menghasilkan setidaknya Rp700 juta per hari dan dalam waktu dekat kami menghasilkan kumulatif Rp1 miliar per hari, yang merupakan hal yang sangat signifikan.”

Read More : OJK Investigasi Dugaan Fraud di Bank Woori Saudara

Chandra Asri Group berharap masyarakat ke depan dapat berubah dari konsep linear menjadi konsep sirkular, seperti upaya yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir. Konsep ini terbukti efektif dalam mendongkrak perekonomian.

Namun, tantangan yang mereka hadapi melibatkan investasi skala besar dalam pengelolaan limbah. Selain itu, diperlukan dukungan banyak pihak terutama masyarakat untuk memilah sampah agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Untuk itulah Chandra Asri Group menjadi garda terdepan dalam memberikan model agar investasi yang dilakukan selanjutnya dapat dimanfaatkan dan dikembangkan bersama banyak pemangku kepentingan,” jelas Edi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *