Tangerang, Beritasatu.com – Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia Paulos Wirotomo mengatakan urbanisasi di Jakarta saat ini sedang menurun. Ia menilai, pembangunan infrastruktur, digitalisasi dan perluasan masyarakat di wilayah-wilayah terlarang di Jakarta, serta kebijakan pemerintah provinsi Daerah Otonomi Jakarta terhadap pendatang menjadi penyebab utama menurunnya laju urbanisasi di Jakarta dari sebelumnya. tahun ke tahun.
Read More : Mewujudkan Keuangan Berkelanjutan, BRI Perkuat Implementasi ESG
Kita berharap tren ini terus berlanjut di tingkat nasional. Makanya kita tidak boleh membiarkan kedatangan masyarakat dari desa ke Jakarta, kata Paulos Wirotomo kemudian. program FGD “Situasi Jakarta menjadi sangat serius jika semua orang berpartisipasi.” /2024).
Pavlos berharap kedepannya masyarakat perkotaan dapat memperluas jangkauannya ke kota-kota lain. Idealnya, kota-kota di Indonesia harus merencanakan kotanya berdasarkan sektor industri, kata Pavlos.
Agar masyarakat pedesaan yang tidak mempunyai pekerjaan di rumahnya, jangan terlalu cepat pergi ke kota, khususnya ke Jakarta. Namun mereka mengungsi ke kota-kota kecil di sekitarnya, sehingga kota-kota kecil di sekitarnya harus diindustrialisasi.
Meski bukan industri yang rumit, namun bisa membuat masyarakat desa itu hidup, tidak hanya datang ke Jakarta dan menyebar kemana-mana.
Dia menambahkan: Inilah yang kami harapkan.
Pavlos meyakini tempat-tempat berkumpul seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Sianjur mampu menarik minat masyarakat pedesaan. Namun menurutnya, kehidupan masyarakat pedesaan belum menetap di kota-kota besar, dan jalanannya belum sama.
Read More : Saham Asia Beragam Setelah Pernyataan The Fed Terkait Suku Bunga
“Mereka tidak bisa hidup nyaman karena tidak mendapat tempat dalam kepadatan, sehingga jika pembangunan disebar ke kota-kota kecil maka beban kepadatan bisa berkurang,” jelasnya, mereka sudah muak dengan kondisi tersebut. di rumah karena kurangnya pendidikan dan menyebar ke kota-kota kecil untuk mencari rumah yang lebih baik.
Selain itu, Paulos berharap jumlah penduduk Jakarta bisa ditekan hingga jumlah yang optimal. Sebagai referensi, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Jakarta pada tahun 2023 berjumlah 1.067.2100 jiwa.
Alhamdulillah bisa dikurangi, karena jumlah penduduk Jakarta kini 10 juta jiwa. “Semakin bertambah, jumlah penduduk ideal Jakarta berkisar 8 juta jiwa,” tutupnya.