New York, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengikuti debat terbuka tingkat tinggi Dewan Keamanan (DK) PBB, “Kepemimpinan untuk Perdamaian: Bergerak Maju dalam Mengupayakan Keamanan Menghormati Piagam PBB ”, di New York, Rabu (25/9/2024) waktu Amerika

Read More : 5 Pegawai PN Surabaya Dijatuhi Hukuman Disiplin Berat atas Vonis Bebas Ronald Tannur

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno menyerukan pentingnya kepemimpinan internasional dalam mencapai perdamaian, terutama dalam konflik yang berkepanjangan seperti Palestina.

Menlu Retno menyampaikan kekhawatirannya belum tercapainya perdamaian bagi rakyat Palestina. Dengan 41.000 orang terbunuh, jutaan orang mengungsi dan bantuan kemanusiaan terputus sama sekali, hal ini menyoroti penderitaan rakyat Palestina. 

“Jika menyangkut pertanyaan tentang dasar kemanusiaan kita, ini merupakan indikasi kegagalan kepemimpinan perdamaian,” katanya.

Ia menegaskan, tidak akan ada perdamaian jika kedaulatan dan keutuhan wilayah tidak dihormati. Menlu Retno mengingatkan dunia sedang menyaksikan kemungkinan terjadinya perang besar di Lebanon yang saat ini berada di pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.

Dalam konteks ini, Menlu Retno menekankan pentingnya memulihkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap Dewan Keamanan PBB. Reformasi Dewan Keamanan dianggap sebagai isu mendesak untuk memastikan kepemimpinan yang lebih efektif dalam pemeliharaan perdamaian.

Menlu Retno menekankan dua poin penting dalam pidatonya. Pertama, pentingnya kepemimpinan demokratis dalam mencapai perdamaian. “Tidak ada yang lebih mendesak saat ini selain mewujudkan perdamaian di Gaza,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mencegah konflik di kawasan, seperti yang saat ini terjadi di Lebanon. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengambilan keputusan UNC yang lebih demokratis agar UNCC dapat berfungsi secara efektif dalam merespons ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Read More : Joe Biden Gagal di Debat Perdana Pilpres AS, 2 Hal Ini Dituding Penyebabnya

Kedua, inklusi dan kerja sama diperlukan dalam pengambilan keputusan untuk mencapai perdamaian.

UNCC harus mendorong kerja sama komprehensif dengan badan-badan PBB lainnya dan organisasi regional. Keterwakilan regional ini juga penting untuk memastikan kontribusi negara-negara berkembang terhadap upaya perdamaian.

“Perdamaian tidak akan pernah tercapai tanpa masyarakat,” tegas Menlu Retno.

Menlu Retno mengajak Dewan Keamanan PBB untuk tidak melihat terlalu jauh dalam mencari masa depan yang aman. “Kita bisa mulai dari sini dan sekarang demi perdamaian rakyat Palestina,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *