Bandung Barat, Beritasatu.com – Hujan deras yang melanda Kabupaten Badalarang Bandung Barat (KBB) menimbulkan bencana tanah longsor yang meruntuhkan sejumlah rumah dan mengubur seorang pekerja perbaikan saluran. Longsor pada Jumat sore (26/4/2024).
Read More : Tidak Jeblok Lagi, IHSG Hari Ini Melesat 2,37 Persen
Kepala Desa Kambak Mika, Asap Ariffin mengatakan, korban diduga ada satu orang, namun hingga saat ini belum ditemukan.
Banyak warga sekitar yang berusaha melakukan pencarian menggunakan peralatan seadanya di lokasi longsor. Korban seorang pria paruh baya diduga tertimbun tanah longsor akibat tebing setinggi 25 meter.
โMasyarakat melakukan pencarian dengan menggunakan alat-alat manual yang tersedia namun tidak mendapatkan hasil yang maksimal,โ kata Asip saat wawancara di kantor desa, Jumat malam (26/4/2024).
Asib menambahkan, korban yang diduga tertimbun longsor adalah warga desa sekitar yang sedang memperbaiki saluran.
Ia menjelaskan, โKorban diduga bukan Kepala Desa Kam Kong, melainkan Walikota Kampong Takel yang sedang melakukan perbaikan kanal di alun-alun tersebut.
Read More : KPK Hibahkan 3 Tanah Senilai Rp 9,67 Miliar ke Desa Jatireja
Penggeledahan dihentikan oleh warga dan aparat terkait pada pukul 19.00 WIB dan dijadwalkan dilanjutkan pada Sabtu pagi (27/4/2024).
Selain longsor dan rusaknya satu rumah, hujan deras menyebabkan empat orang mengungsi karena bangunannya rusak parah. Hujan deras juga menyebabkan sebagian Jalan Nasional Bandung-Purwakarta ditutup akibat longsor, menyebabkan kemacetan, banyak pengendara sepeda motor tumbang, dan pohon tumbang.
Kecelakaan terjadi pada pukul 12 siang saat salat Jumat pukul 13.00, saat terjadi longsor di Jalan Raya Purwakarta, banyak korban yang berhasil dievakuasi, dan pengendara sepeda motor berhasil dievakuasi di balik pohon bambu dan dalam kondisi aman. Demikian menurut Kepala Desa RW 21 Cempaka Mekar di lokasi kejadian, Jumat sore (26/4/2024).