Pekanbaru, Beritasatu.com – Salah satu korban dugaan penganiayaan di TK Langkah Awal Kota Pekanbaru masih mengalami trauma. Hal itu disampaikan orang tua korban saat mendatangi Polsek Pekanbaru, Jumat pagi (09/08/2024).

Read More : PPATK Telusuri Aliran Dana ke Luar Negeri 13.481 Rekening Terkait Judi Online

Kedatangan mereka untuk memberikan informasi atas laporan dugaan penganiayaan terhadap putrinya beberapa waktu lalu di taman kanak-kanak di Desa Air Winter, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Riau.

Dijelaskan orang tua korban, Aya Sofia, kondisi putrinya, F, saat ini sudah mulai pulih berkat perawatan yang diberikan pengasuh di panti asuhan tersebut.

“Dua bulan bersama saya, tangisnya sudah mereda. Tapi saat saya ajak ke TK, dia masih menangis atau gugup,” ujarnya.

Aya, suaminya, dan anaknya F dipanggil untuk dimintai keterangan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekanbaru. Hal ini merupakan tindak lanjut dari laporan dugaan pelecehan yang disampaikannya beberapa waktu lalu.

“Saya sudah lapor ke Polres Pekanbaru, terima kasih atas perhatiannya karena saat ini sudah masuk proses penyidikan,” kata Aya Sofia.

Read More : TNI-Polri Kerahkan 115.000 Personel untuk Amankan Pelantikan Prabowo-Gibran

Aya berharap kasus ini cepat selesai dan pelakunya mendapat hukuman yang setimpal.

“Korban sudah banyak yang berbicara di email saya di Instagram. Bukan hanya anak saya saja yang menjadi korban, semoga tidak ada korban lagi. Setelah kasus ini, tempat penitipan anak bisa ditutup dan pemilik serta pelaku tempat penitipan anak akan dihukum,” ungkapnya. Ya.

Aya juga mengucapkan terima kasih kepada LPAI dan LPAI Riauri yang telah mengawal kasus ini hingga tuntas. “Saya ucapkan terima kasih kepada Kak Seto yang mengawal kasus ini, semoga segera terselesaikan,” tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *