Jakarta, Beritasatu.com – Kontroversi kembali berkobar terkait pembangunan masjid yang dilakukan ulama Korea Selatan Daoud Kim. Baru-baru ini, situs berita Naver seperti dikutip Beritasatu.com, Kamis (18/4/2024) memberitakan bahwa warga Korea Selatan marah atas klaim sepihak Daewud Kim.

Read More : Kronologi Meninggalnya Istri Piet Pagau di Usia 71 Tahun: Tak Ada Penyakit, Wafat Saat Tidur

Daud Kim yang populer di Indonesia menunjukkan sertifikat kepemilikan tanahnya di Incheon, Korea Selatan di Instagram. Daud Kim kemudian akan menggunakan tanah tersebut untuk membangun masjid.

Daoud Kim @jaehan9192 menulis di akun Instagramnya, “Saya akhirnya membeli tanah untuk membangun masjid di Korea. Mimpi saya akhirnya menjadi kenyataan.”

“Ayo bantu saya membangun kuil ini,” harapnya.

Artikel tersebut memicu reaksi dari masyarakat Kabupaten Incheon. Mereka yang awalnya menolak rencana Daoud Kim membangun masjid di lokasi tersebut semakin terprovokasi.

Warga setempat meyakini surat yang ditunjukkan Daoud Kim bukanlah surat pembelian tanah. Sebaliknya, surat tersebut hanya sekedar sewa tanah yang tentu saja tidak bisa digunakan untuk membangun gereja.

“Dia baru saja menandatangani kontrak penjualan tanah dan belum mendapatkan sertifikatnya,” jelas Naver merujuk pada beberapa pernyataan warga Incheon.

Selain itu, warga Incheon menyebut Daud Kim menyembunyikan banyak hal soal proses pembangunan masjid di wilayahnya. Menurut mereka, tempat itu disewa oleh Daud Kim.

Read More : Atta Halilintar Ungkap Pesan untuk Thariq dan Aaliyah di Trik Talk BTV

Menurut mereka, tempat ini merupakan bagian dari kawasan hijau di sekitar Incheon. Jadi lahan yang akan dibangun hanya 20 persen dari luas yang disewakan. Kalau iya, luas bangunannya mungkin hanya 65-100 meter persegi.

Daud Kim bahkan tidak menyinggung soal penerbitan izin yang diperlukan untuk membangun tempat ibadah. Berdasarkan penelusuran Navera, pemerintah kota belum mengeluarkan izin pembangunan tempat ibadah.

“Pemerintah setempat tidak menerima permohonan izin mendirikan bangunan Daoud Kim, namun mereka yakin bahwa membangun rumah keagamaan di kawasan ini tidak akan mudah,” jelas Navers.

“Saat ini belum ada konfirmasi mengingat kondisi lingkungan,” tegas Navers.

Menurut catatan Naver, upaya pembangunan masjid di Korea Selatan kerap mendapat reaksi negatif dari masyarakat setempat. Sebelumnya, pembangunan masjid di Daehyun-dong, Buk-gu pada tahun 2021 terhambat hingga saat ini. Perselisihan memuncak ketika warga setempat mengirimkan kepala babi untuk memprotes pembangunan masjid di wilayah mereka.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *