Jakarta, Beritasatu.com – Saham Amerika Serikat (AS) melemah pada Selasa (20/08/2024), mengakhiri kenaikan beruntun delapan hari di Wall Street, reli terpanjang tahun ini.
Read More : Kebakaran Hutan Dahsyat di Korea Selatan, Ribuan Orang Mengungsi
S&P 500 turun 0,2%, namun masih 1,2% di bawah puncak yang dicapai bulan lalu. Indeks tersebut bangkit kembali dari kemerosotan parah di musim panas yang sempat turun hampir 10% di bawah rekor tertingginya.
Seperti dilansir AP, Nvidia menjadi saham dengan tekanan pasar paling besar setelah anjlok 2,1%. Perusahaan chip adalah salah satu saham paling berpengaruh di Wall Street, karena hiruk pikuk seputar teknologi kecerdasan buatan telah menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di pasar saham AS dengan nilai sekitar $3 triliun.
Boeing juga membebani pasar setelah jatuh 4,2%. Namun, Palo Alto Networks membantu meredam kerugian pasar. Perusahaan keamanan siber ini melonjak 7,2% setelah menjadi perusahaan besar terbaru yang melaporkan laba dan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.
Secara keseluruhan, S&P 500 turun 11,13 poin menjadi 5.597,12. Dow turun 61,56 poin menjadi 40.834,97, dan Nasdaq turun 59,83 poin menjadi 17.816,94.
Read More : Hadir di Indonesia Week Hong Kong 2024, BNI Bawa Wondr Lebih Dekat dengan Diaspora dan Pekerja Migran
Di pasar Asia, Nikkei 225 Jepang melonjak 1,8% untuk memulihkan kerugian besar pada hari sebelumnya.