Surabaya, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan JIIPE di Gresik, Jawa Timur pada Kamis (27 Juni 2024). Airlangga mengungkapkan kebahagiaan dan kepuasannya karena manajemen PT Freeport Indonesia mampu menyelesaikan proyek smelter tersebut tepat waktu. Saatnya penggunaan energi terbarukan mulai menjadi tren global. “Tembaga adalah bagian dari transisi energi masa depan. Jadi kita patut bangga bahwa proyek luar biasa ini berhasil membuahkan hasil pada saat yang tepat. Sungguh luar biasa.” kata Menteri Koordinator Erlanka.

Read More : Ekonom Prediksi BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan

Baca Juga: Kadin Gracik yakin multiplier effect smelter Freeport akan berdampak pada usaha kecil dan menengah. Ia mengatakan, pemerintah Indonesia mulai membahas program magister nasional pada tahun 2000an. Baru pada tahun 2004 diundangkan Undang-undang (UU) Minerba yang mengatur mengenai hilirisasi. 

Namun karena berbagai pembatasan pemerintah, peraturan tersebut tidak bisa langsung dilaksanakan. Saat Presiden Joko Widodo menjabat, pemerintah secara tegas menerapkan UU Minerba sebagai strategi memperkuat perekonomian nasional.

“Proyek smelter PTFI merupakan warisan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia dan mendorong pembangunan dalam negeri. Kami berharap proyek tersebut dapat diluncurkan oleh Presiden pada bulan Agustus atau September saat ada kegiatan operasi dan produksi. Perintahnya sudah berjalan,” katanya. Menko Airlangga menambahkan, beroperasinya smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik akan mendorong hadirnya industri berbasis produk yang dihasilkan PTFI. Sama seperti industri baterai, kabel, dan pembangkit listrik. Lebih spesifiknya, KEK Gresik saat ini terdapat beberapa industri yang telah melaksanakan konstruksi.

Diantaranya adalah PT Hailiyang Nova Mineral, PT Xinyi Solar Indonesia dan PT Ambercycle Advanced Materials Indonesia. Hadirnya usaha-usaha baru di kota pesantren ini tentunya akan berdampak pada ketersediaan lapangan kerja, namun juga akan meningkatkan pendapatan negara dan daerah serta mendorong pengusaha-pengusaha lokal untuk membuka usaha-usaha baru guna memperkuatnya. Kegiatan Ekspor “Smelter ini kedepannya akan menghasilkan perak dan emas yang royaltinya akan mendatangkan pendapatan bagi negara. Dengan peningkatan ekspor ini, nilai rupee akan lebih stabil sehingga dolar harusnya menguat. Digunakan untuk memperkuat ekspor .” Ia menegaskan, pembangunan proyek Grecian Smelter sangat menantang. Namun pihak manajemen berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. “Setelah pembongkaran, kami tidak menemui kendala apa pun. Masyarakat Gracik juga mendukung penuh proyek tersebut. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat atas hal ini. proyek tersebut dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah disepakati dengan Kementerian ESDM,” kata Tony Venas. Ia mengungkapkan, Smelter Gresik merupakan salah satu kilang tembaga milik PTFI. Sebelumnya, PTFI bekerja sama dengan Mitsubishi Materials untuk mengembangkan PT Smelting yang telah beroperasi sejak tahun 1990. Nantinya, produk smelter Gressig tersebut terdiri dari katoda tembaga 650 ton, emas 60 ton, dan perak 220 ton per tahun.

Read More : DPR Minta Undip Kooperatif dalam Pengusutan Kematian Dokter Aulia

“Ini merupakan single line smelter terbesar di dunia yang dibangun oleh putra-putri terbaik negeri ini. Saya berharap dapat menjadikan Indonesia semakin luar biasa di mata dunia,” tutupnya.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *