Indira Giri, Beritasatu.com – Pada Selasa (30/4/2024) rumah beberapa warga kawasan Indira Giri (Inhil) Rio de Janeiro ambruk ke sungai. Akibatnya, sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai terpaksa mengungsi dari rumahnya. Peristiwa itu terjadi di siang hari bolong dan bisa saja diketahui pemilik rumah.
Read More : 650 Porsi Makanan Gratis untuk Buka Puasa di Masjid Agung Kediri
Ketua RT 02 Tanah Merah menjelaskan dari Baharu, sebelum terjadinya longsor, warga mendengar suara gemuruh di sekitar lokasi. Akibat longsor ini, tujuh kepala keluarga kehilangan harta benda dan asetnya, kata Baharudin.
Dijelaskan, bencana tanah longsor atau longsor terjadi hampir setiap tahun. Ia berharap pemerintah daerah membantu mencari solusi agar hal serupa tidak terulang kembali. Ia menduga kejadian tersebut disebabkan oleh dangkalnya sungai dan erosi tanah akibat gelombang saat air pasang.
“Bendungan itu sepertinya dibangun setiap tahun, dan saya dulu sudah mengusulkan kepada Wali Kota dan Korea Utara untuk mengatasi longsor ini. Kita berharap tanah kita di pantai akan hancur. Kalau kita tidak membangun bendungan, tanah di sana akan habis akibat longsor, dan warga menginginkan bantuan dari pemerintah.
Agus Rudianto, Kepala Desa Tanah Merah, mengatakan enam rumah dan tujuh kepala keluarga dilecehkan. Selain itu, ada stasiun patroli yang ambruk ke sungai.
“Mereka tinggal di sini selama beberapa generasi,” katanya. Kini sungai tersebut semakin melebar. “Sebagai antisipasi, kami sedang menyiapkan lahan untuk pemukiman kembali penduduk.”
Read More : Kemenlu: Masih Ada 116 WNI di Lebanon
Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Indragiri Hiller telah mengimbau warga untuk waspada terhadap kejadian longsor berikutnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian warga mencapai ratusan juta rupee dan tujuh kepala keluarga kehilangan harta benda dan tempat tinggal.