Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat Hong Kong dikejutkan dengan perubahan makna bermain bulu tangkis. Saat ini, bermain bulu tangkis di Hong Kong dikaitkan dengan ajakan melakukan aktivitas seksual.
Read More : Turki Tegaskan Iran Berhak Bela Diri Atas Serangan Israel
Diberitakan BBC pada Kamis (29/08/2024) perubahan makna tersebut bermula dari modul pelajaran yang dibuat untuk siswa Kelas 3 oleh Biro Pendidikan Hong Kong. Dalam modul pembelajaran terdapat pembahasan yang berjudul “Remaja dan Hubungan Intim”.
“Modul tersebut menyarankan agar remaja yang ingin berhubungan seks dapat menggunakan ungkapan ‘bermain bulu tangkis bersama’,” lapor BBC.
Penggunaan ungkapan ini diyakini merupakan kalimat yang lebih halus dibandingkan penggunaan kalimat langsung yang sangat frontal. Masalahnya, masyarakat Hong Kong sangat mengkritik penggunaan istilah tersebut. Biro Pendidikan Hong Kong menggunakan istilah bermain bulutangkis untuk remaja yang ingin melakukan aktivitas seksual. – (Google/-)
Henry Chen, ayah dari seorang putri berusia 13 tahun dan seorang putra berusia 10 tahun, mengatakan penggunaan istilah bulutangkis untuk aktivitas seksual adalah hal yang konyol. Ia mengaku enggan memungut biaya dari sekolah untuk pendidikan seks putranya karena penggunaan istilah tersebut.
“Saya dan istri saya mungkin akan melakukannya sendiri. Saya tidak percaya sekolah dan pemerintah akan melakukannya,” ancamnya.
Pebulutangkis Hong Kong Tse Ying Suet bahkan mengejek penggunaan istilah tersebut. Setengah bercanda, ia khawatir semakin banyak orang yang bermain bulu tangkis karena hanya ingin berhubungan seks.
“Setiap orang punya tanggal untuk bermain bulu tangkis. Apakah semua orang benar-benar menyukai bulu tangkis?” tulisnya di akun Threads miliknya.
Sementara itu, anggota parlemen Hong Kong Doreen Kong mengatakan penggunaan istilah tersebut menunjukkan dinas pendidikan tidak memahami generasi muda. Dia secara khusus mengkritik saran bermain bulutangkis sebagai hal yang tidak realistis.
Read More : Daftar Komoditas Penyumbang Inflasi Bulanan 0,30 Persen pada November 2024
“Bagaimana mereka bisa meminjam raket bulutangkis saat itu juga jika hal ini terjadi?”
Bagi Thomas Tang, seorang pemain bulutangkis amatir, lelucon dan ketertarikan yang tiba-tiba terhadap olahraga ini telah membuat pemain seperti dia merasa sedikit tidak nyaman.
“Dulu hanya olah raga yang menyehatkan, tapi sekarang kalau mengajak orang bermain bulu tangkis, banyak yang dijadikan bahan candaan,” ucapnya.
Sayangnya, kritik ini tidak mendorong Biro Pendidikan Hong Kong untuk mengoreksi penggunaan istilah tersebut. Menteri Pendidikan Christine Choi berdiri teguh dalam menghadapi semua kritik.
“Kami (hanya) ingin melindungi generasi muda,” ujarnya.