Jakarta, Beritasatu.com – Saat ini sektor pertambangan umum masih menjadi andalan negara, karena keberadaannya dapat memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian nasional. Kontribusi pertambangan terhadap PDB tercatat sebesar Rp 2.300 triliun atau 8,57% terhadap total PDB Indonesia.

Read More : Beda Kebijakan Ekonomi Trump dan Harris terhadap Hubungan Bilateral Indonesia-AS

Mengutip pernyataan Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif, penerimaan bebas pajak mineral dan batubara juga tertinggi dibandingkan PNBP Migas. . . Seperti energi baru dan terbarukan. Tahun 2024 targetnya Rp 113 triliun, dan Mei 2024 mencapai Rp 61 triliun.

Berbanding lurus dengan perkembangan porsi sektor pertambangan terhadap PDB nasional, maka perkembangan nilai investasi sektor pertambangan juga mengalami peningkatan. Nilai investasi yang dicapai pada sektor pertambangan semakin meningkat khususnya hasil Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dimana kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan mempunyai daya tarik investasi yang cukup tinggi bagi investor dalam negeri yang bertujuan untuk melakukan hilirisasi ekstraksi dan produksi yang berorientasi ekspor. Serta untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Menurut Presiden Joko Widodo, dalam 8 tahun terakhir telah dibangun industri peleburan dan pengolahan nikel, bauksit, dan tembaga yang telah menciptakan lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara sebesar Rp 158 triliun.

Peran Merdeka Cooper

Salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia adalah PT Merdeka Copper Gold, Tbk. Didirikan pada tahun 2012, Merdeka menjadi perusahaan publik pada tahun 2015 dengan kode saham MDKA. Merdeka dimiliki oleh pemegang saham terkemuka, termasuk PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, PT Provident Capital Indonesia (melalui PT Mitra Daya Mustika dan PT Suwarna Arta Mandiri), dan Garibaldi Thohir.

Dengan visi untuk menjadi pemimpin global dalam industri pertambangan dan logam Indonesia, Merdeka mengelola aset kelas dunia dan berkomitmen untuk selalu menetapkan standar tertinggi dalam kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG), dan tercermin dalam Pencapaian ESG nilai A berdasarkan penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada tahun 2023.

Keberadaan Merdeka Copper Gold dan anak perusahaannya mempunyai kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat sekitar. Merdeka berkomitmen untuk menjalankan seluruh aktivitas bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan tujuan menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian, lingkungan, karyawan, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

โ€œMerdeka percaya bahwa keberlanjutan bisnis ditentukan oleh bagaimana kita mengelola operasional secara efisien, menjaga lingkungan, memberdayakan karyawan, melibatkan masyarakat dan menerapkan standar tertinggi tata kelola yang baik. Sejalan dengan keyakinan perusahaan, para pemangku kepentingan semakin memperhatikan kepentingan kita. pengelolaan isu lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) di seluruh aspek operasi kami,โ€ kata Head of Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk Tom Malik.

Saat ini, sebagai perusahaan pertambangan, MDKA dan anak perusahaannya tentu saja banyak memberikan kontribusi bagi negara. Saat ini jumlah karyawannya sebanyak 10.970 orang. Peningkatan jumlah karyawan tersebut disebabkan oleh pengembangan dan akuisisi beberapa aset.

Dari segi pembayaran pajak dan royalti dari MDKA ke daerah cukup besar. Sebut saja Banyuwangi. Tercatat kontribusi pajak PT BSI melalui KPP Banyuwangi pada tahun 2016-2023 sekitar Rp 1,5 triliun.

Perusahaan menyadari bahwa kesuksesan jangka panjang memerlukan integrasi keberlanjutan di seluruh aspek bisnis. Hanya dengan cara itulah perusahaan dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia dan kemajuan kehidupan umat manusia. rantai pasokan yang berkelanjutan, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan salah satu aspek penting pilar pembangunan sumber daya mineral yang bertanggung jawab dalam strategi keberlanjutan Merdeka.

Read More : Aksi Jual Saham Warnai IHSG pada Awal Perdagangan Senin 13 Mei 2024

Sebagaimana dikutip dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2023, realisasi dana program PPM Merdeka tahun 2023 mencapai $3,075,498 yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemerataan pendapatan atau lapangan kerja, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, lingkungan hidup, peningkatan kapasitas masyarakat dan pembangunan infrastruktur. . .

Salah satu contoh program di bidang pendidikan dijalankan oleh PT Bumi Suksesindo, anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk yang mengelola Operasi Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, yang memberikan dukungan beasiswa. Antara tahun 2024 hingga Maret lalu, PT Bumi Suksesindo memberikan 121 beasiswa kepada masyarakat setempat untuk jenjang pendidikan D3, Sarjana Perguruan Tinggi, dan pesantren. Di bidang lingkungan hidup, perseroan juga telah melakukan restorasi, kompensasi penggantian lahan, dan penanaman mangrove di Banyuwangi, Jakarta, dan Morowali.

Prospek perusahaan

Sejumlah analis menilai prospek bisnis MDKA tahun ini masih cukup positif dengan sejumlah proyek yang dikerjakan mulai dari hulu hingga hilir pertambangan akan mempengaruhi kinerja di periode mendatang.

Sepanjang kuartal I tahun 2024, MDKA mencatatkan pendapatan sebesar $541,05 juta atau meningkat 152,57% year-on-year (yoy) dibandingkan kuartal I tahun 2023 yang sebesar $214,21 juta.

Merdeka juga mengembangkan sejumlah proyek, yaitu Proyek Tembaga Tujuh Bukit, tambang tembaga bawah tanah di Banyuwangi yang merupakan salah satu deposit tembaga terbesar yang belum dikembangkan di dunia; dan Proyek Emas Pani di Gorontalo, Sulawesi, yang akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.

Melalui anak usahanya, PT Bumi Suksesindo (BSI), perseroan akan mengoperasikan proyek penambangan tembaga bawah tanah yang canggih. Nantinya, proyek ini akan menjadi tambang tembaga terbesar ketiga di Indonesia. ย Proyek penambangan tembaga bawah tanah telah dikembangkan sejak 2018 dengan biaya investasi lebih dari $200 juta. Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur, ditargetkan bisa beroperasi dalam 2-3 tahun ke depan. Proyek ini akan menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar MDKA.

Terus berinovasi, Merdeka mengembangkan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang mengelola operasional penambangan dan peleburan nikel yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan industri nikel di Sulawesi. MBMA akan menjadi salah satu pemasok utama bahan baku produksi kendaraan listrik di dunia. Inovasi lainnya adalah konservasi mineral yang dicapai Merdeka melalui pengembangan proyek AIM (Acid, Iron, Metal) yang berlokasi di IMIP, dimana bijih bekas atau sisa olahan dari Tambang Tembaga Wetar dikirim untuk diolah sehingga menghasilkan logam dan mineral yang kemudian disuplai. ditambahkan. nilai tambah berupa asam sulfat untuk kebutuhan pengolahan hilir nikel dan logam terkait seperti tembaga, emas, perak, dan besi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *