Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal kemungkinan Anggaran Pembangunan Ibu Kota (IKN) Indonesia masuk dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025.

Read More : Masa Depan 2 Legenda, Messi Galau di Miami, Ronaldo Keki di Al-Nassr

Ditemui usai rapat terbatas penyusunan RAPBN 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/8/2024), Sri mengaku masih menunggu kebijakan final yang substansial untuk dituangkan dalam catatan keuangan.

“APBN-nya sedang dipersiapkan. Jadi nanti untuk beberapa kebijakan final yang jumlahnya cukup besar baik dari sisi penerimaan maupun belanja negara, akan kami masukkan ke dalam nota keuangan. Jadi harap bersabar,” ujarnya.

Kata Sri, RAPBN 2025 akhirnya dibahas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden Pilkada Prabowo Subianto. Dikatakannya, pembahasan RAPBN tahun 2025 juga melihat kondisi makroekonomi, baik domestik maupun global.

Oleh karena itu, pada hari ini kami telah mendapat persetujuan dari presiden dan calon presiden mengenai situasi makro yang kami baca yang mempengaruhi APBN 2025. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga SUN 10 tahun, nilai tukar rupiah, harga minyak di Sehubungan dengan hal tersebut dan “Lifting minyak dan lift gas sudah dibicarakan dengan DPR, sudah kami laporkan dan kami juga sudah menerima beberapa instruksi yang akan diselesaikan oleh Presiden pada tanggal 16 Agustus,” jelasnya.

Terkait APBN 2025, Sri memastikan postur tubuhnya tidak banyak mengalami penyimpangan, sesuai pembahasan dengan DPR. Dia memastikan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makanan Bergizi Gratis (MBG) sudah masuk dalam postur APBN 2025.

“Sesuai dengan instruksi Presiden saat ini, Presiden Jokowi, bahwa APBN tahun 2025 mengakomodir program-program prioritas yang telah dipaparkan oleh pemerintahan presiden terpilih. Maka kita mulai menghitung program-program yang sering disebut dengan makanan bergizi gratis, lalu juga beberapa program inisiatif baru yang “sedang diselesaikan dengan tim pemilihan presiden. Ini sudah masuk dalam postur APBN 2025,” ujarnya.

Read More : Capai US$ 4,42 Miliar pada November, Neraca Perdagangan Surplus 55 Bulan Beruntun

Kata Sri, Jokowi dan Prabowo telah memerintahkan anggaran program mencapai Rp71 triliun. Namun, dia enggan menjelaskan secara rinci kebutuhan anggarannya.

“Sampai saat ini yang kami terima dari presiden saat ini dan presiden yang akan datang total anggarannya sebesar Rp 71 triliun. Mengenai detailnya nanti, presiden terpilih akan terus melakukan persiapan bersama timnya untuk pelaksanaannya,” ujarnya.

Selain mematangkan instruksi presiden dan presiden terpilih untuk RAPBN 2025, pertemuan ini juga membahas beberapa kebijakan tahun 2024 untuk menjaga pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *