Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tawhid Ahmad mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia dalam memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).
Read More : Kisah AO PNM Mekaar, Sang Mentor di Ruang Pintar
Dijelaskannya, Indonesia memiliki tantangan yang berbeda dan jauh lebih besar dibandingkan jumlah negara yang memindahkan ibu kotanya. Hal inilah yang menyebabkan ibu kota negara Indonesia (IKN) dianggap sulit.
“Kalau (IKN) pindah ke pulau yang dikuasai pemerintah pusat, biayanya sangat besar, ini yang tidak disetujui negara lain,” kata Tawheed saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (7/8/2024). .
Beberapa negara seperti Brazil memudahkan perpindahan ibu kota karena dapat dicapai melalui jalur darat, sedangkan Indonesia merupakan negara kepulauan.
Tauhid memperkirakan mega proyek IKN akan selesai bukan dalam waktu 1-2 tahun melainkan dalam waktu yang jauh lebih lama. Oleh karena itu, keberhasilan IKN juga sangat dipengaruhi oleh komitmen pemerintah, baik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun pemerintahan Prabowo Subianto-Jabran Rakaboming Raka.
Read More : Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit Perkuat Kerja Sama dan Promosi Keberlanjutan Industri
“Kalau misalnya ada tanda-tanda Jakarta tetap pusat, hal itu sulit dilakukan,” ujarnya.