Washington, Beritasatu.com – Presiden Joe Biden telah memberi wewenang kepada Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh AS terhadap sasaran di Rusia. Keputusan tersebut menandai perubahan besar dalam kebijakan Washington mengenai konflik Ukraina-Rusia.

Read More : Airlangga: Serangan Israel ke Iran Diharapkan Tidak Memberikan Dampak Lanjutan

Dengan lampu hijau, Ukraina berencana melancarkan serangan jarak jauh pertamanya dalam beberapa hari mendatang, kata sumber di Washington.

Keputusan Joe Biden yang mengizinkan Ukraina menggunakan sistem rudal taktis militer canggih untuk menyerang wilayah Rusia merupakan pembalikan sikap yang berani dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini dilakukan menjelang penyerahan kekuasaan kepada Presiden terpilih Donald Trump pada 20 Januari 2025. 

Menurut New York Times dan Washington Post yang pertama kali memberitakan berita ini, Joe Biden (81 tahun) mengubah perilakunya sebagai respons terhadap pengiriman pasukan Korea Utara untuk membantu Rusia.

Para pejabat AS sebelumnya telah mewaspadai risiko meningkatnya konflik dengan Rusia mengenai senjata nuklir, serta risiko menipisnya persediaan senjata berharga milik Washington. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam pidatonya pada Minggu malam (17 November 2024) bahwa rudal tersebut berbicara sendiri.

“Saat ini, banyak media mengatakan bahwa mereka telah mendapat izin untuk mengambil tindakan yang tepat. 

“Tetapi semua itu tidak bisa dilakukan hanya dengan kata-kata saja,” jelasnya.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar mengenai masalah ini.

Rusia telah memperingatkan bahwa penggunaan senjata AS oleh Ukraina akan meningkatkan eskalasi konflik.

Read More : Telan Rp 435 Miliar, Jembatan Emas Babel Kini Tak Berfungsi

Wakil Ketua Pertama Komite Hubungan Internasional Majelis Tinggi Rusia, Vladimir Jabarov, mengatakan bahwa izin Washington atas serangan rudal jarak jauh terhadap wilayah Rusia di Ukraina dapat memicu Perang Dunia III. Percayalah bahwa tindakan ini akan mendapat respons yang cepat.

Tidak diketahui berapa banyak ATAKMS yang ada di gudang senjata Ukraina.

Rudal tersebut diproduksi oleh kelompok pertahanan Amerika “Lockheed Martin” dan memiliki jangkauan maksimum 300 km.

Presiden Rusia V. Putin memperingatkan bahwa penggunaan ATAKMS terhadap Rusia berarti aliansi NATO sedang berperang dengan negaranya sendiri. Dia sebelumnya pernah melontarkan ancaman serupa ketika pasukan pro-Ukraina meningkatkan bantuan militer.

Tidak jelas apakah Donald Trump akan membatalkan keputusan Joe Biden di masa depan. Donald Trump mengkritik besarnya bantuan keuangan dan militer AS ke Ukraina. Namun, dia berjanji akan mengakhiri perang di Ukraina secepatnya tanpa menjelaskan caranya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *