Bandar Lampung, Beritasatu.com – Polres Bandar Lampung telah menangkap 3 muncikari yang merupakan pelaku tindak pidana perdagangan manusia (TPPO). Ketiga pelaku ini diduga menyewa PSK mulai tahun 2022. Pelaku mendapat kredit dari korban atas ponsel merek iPhone.
Read More : Inflasi Tahunan pada September 2024 Capai 1,84 Persen, Ini Pemicunya
Polres Bandar Lampung mengungkap, 3 pelaku pelaku penekan ditangkap dalam bisnis prostitusi internet di Bandar Lampung Selatan.
Tiga pencuri ditangkap setelah menjual orang sebagai PSK di jaringan prostitusi online. Aktivitas ilegal pelaku kemudian diketahui setelah salah satu korban melaporkannya ke polisi.
Polisi Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Bandar Lampung menangkap tiga pelaku di tiga lokasi berbeda di Bandar Lampung pada Minggu (16/6/2024).
Pelaku yang ditangkap adalah AS (33), AR (25), dan AF (21), ketiganya berdomisili di Bandar Lampung.
Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku menangkap seorang PSK dengan tuduhan telepon. Setelah itu, pria tersebut ditawari untuk membeli iPhone secara mencicil.
Kredit iPhone artinya pasir tidak bisa lepas dari pelakunya. Pelaku kemudian menjual korbannya kepada pria chatting melalui aplikasi chatting online.
Sekali lagi, pelaku kekerasan mendapatkan uang dengan melayani pelaku kekerasan dengan menyamar sebagai kredit iPhone. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung kontrak.
Pelaku menjual kepada korban dengan harga berkisar Rp 500.000 hingga Rp 2 juta. Sejauh ini, korban hanya menerima Rp 200.000-500.000 dari pelaku.
Read More : Polda Sultra Bantah Ada Permintaan Uang Damai Rp 50 Juta dalam Kasus Guru Honorer di Konawe Selatan
Dengan menangkap 3 teroris tersebut, petugas polisi menyita barang bukti: lipstik berwarna 1 buah teratai dan 2 buah iPhone.
Direktur Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung, Komisaris Biro Politik Dennis Arya Putra mengatakan, ketiga orang tersebut memiliki pekerjaan berbeda, yakni berjualan dan mencari keuntungan dari perorangan.
“Mereka akan aktif mulai tahun 2022 hingga 2024. Selama itu, para ekstremis ini akan bekerja keras menyediakan pelacur belum dewasa bagi orang-orang yang terluka,” kata Dennis Arya Putra di Mapolres Bandar Lampung. 6/2024).
Dennis menjelaskan, saat ini baru satu orang yang melaporkan jumlah korbannya. Sementara korban lainnya masih diselidiki.
“Jumlah anak yang terlibat dalam kejahatan ini masih diselidiki,” kata Dennis.