Jakarta, Beritasatu.com – Pengemudi online Tiongkok kini khawatir setelah banyak perusahaan menawarkan taksi otonom atau robotaxis. Saat ini terdapat 7 juta pengemudi taksi reguler dan online di Tiongkok.

Read More : Kemenperin dan Kemenhub Sepakat Terapkan Zero ODOL

Melansir Reuters, Minggu (2204/11/8), Liu Yi merupakan salah satu dari 7 juta pengemudi taksi di China. Dia berasal dari Wuhan dan berusia 36 tahun. Dia awalnya mulai mengemudi hanya paruh waktu dari pekerjaan konstruksinya. Namun perkembangannya melambat hingga akhirnya ia terus mencari taksi online.

Kini, Liu Yi mengatakan akan terjadi perlambatan bisnis baru di industri taksi online setelah melihat tetangganya memesan taksi otonom atau robotaxis.

“Semua orang akan kelaparan,” Liu Yi menjelaskan sambil menjawab taksi tanpa pengemudi.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menolak berkomentar mengenai masalah ini.

Para ekonom dan pakar industri mengatakan pengemudi taksi dan taksi online adalah pekerja pertama di dunia yang menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI) ketika ribuan taksi robot membanjiri jalan-jalan di Tiongkok.

Teknologi kendaraan self-driving masih bersifat eksperimental, namun Tiongkok sudah mulai melakukan uji coba dibandingkan dengan AS, yang telah melakukan penyelidikan dan menangguhkan izin setelah terjadi kecelakaan.

Read More : MWX Platform, Solusi AI Lokal yang Siap Ubah Cara Bisnis Bekerja

Setidaknya 19 kota di Tiongkok sedang menguji robotaxis dan robobus, kata rilis tersebut. Tujuh kota telah mengadopsi pengujian pengemudi manusia tanpa pengawasan dari setidaknya lima pemimpin industri, yaitu Apollo Go, Pony.ai, WeRide, AutoX, dan SAIC Motor.

Apollo Go mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka ingin mengerahkan 1.000 robotaksis di Wuhan pada akhir tahun ini. Pada tahun 2022, mereka berencana beroperasi di 100 kota pada tahun 2030.

Pony.ai didukung oleh Toyota Motor Japan untuk mengoperasikan 300 hub robot dan berencana mengoperasikan 1.000 hub robot lagi pada tahun 2026.

Sementara itu, WeRide terkenal dengan taksi otonom, van, bus, dan pembersih jalanan. AutoX didukung oleh pemimpin e-commerce Alibaba Group dan beroperasi di banyak kota, termasuk Beijing dan Shanghai. SAIC juga mengoperasikan robotaxis mulai akhir tahun 2021.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *