Yogyakarta, Beritasatu.com – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih sangat tinggi. Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan, erupsi Gunung Merapi sudah berlangsung selama empat tahun.

Read More : WhatsApp Error Bikin Tidak Bisa Update SW

โ€œSaat ini jumlah transaksinya mencapai 70 kali sehari, kalau rata-rata sehari mencapai 150 kali, maka konsumsi energinya sangat tinggi,โ€ kata Agus Budi Santoso di lokasi, Kamis (7/11/2024).

Terkait kenaikan beberapa gunung berapi di Indonesia, Agus mengatakan hal tersebut tidak mempengaruhi kinerja Gunung Merapi.

Aktivitas vulkanik seolah berdiri sendiri karena masing-masing gunung punya sendiri-sendiri, selama ini yang kita lihat misalnya Gunung Lewotobi dan lainnya tidak berdampak pada Gunung Merapi, lanjutnya.

BPPTKG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di wilayah yang mungkin berisiko, terutama di bagian barat daya, antara lain Sungai Boyong sepanjang 5 km dan Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sekitar 7 km.

Read More : 70.000 Koperasi Desa Siap Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Di tenggara, ancamannya antara lain Sungai Woro setinggi 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km dari puncak.

Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai bahaya abu vulkanik dan lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. BPPTKG akan terus memantau situasi, dan kondisi operasional akan disesuaikan jika ada perubahan signifikan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *