Sleman, Beritasatu.com – Gunung Merapi terus berkembang. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan ditemukan 21 gunung api di wilayah barat daya, khususnya di Sungai Bebeng.
Read More : Thomas Tuchel Tangani Timnas Inggris mulai Januari 2025, Harry Kane Tetap Pegang Ban Kapten
Longsoran ini berjarak 1.500 meter, kata BPPTKG dalam keterangannya, Kamis (24/03/10).
Pada periode pengamatan Rabu (3/10/2024), pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, suasana di sekitar Gunung Merapi terpantau berawan. Angin bertiup perlahan ke arah barat dengan suhu udara 18,2 Celcius hingga 19 Celcius dan kelembaban udara mencapai 89,5-95%. Tekanan udara tercatat antara 874 dan 918,3 mmHg.
Secara kasat mata, Gunung Merapi terlihat jelas dengan asap berwarna putih dan tekanan rendah terlihat pada ketinggian 150 meter di atas puncak.
Selanjutnya, catatan seismik menunjukkan terjadi 40 kali gempa dengan amplitudo berkisar 3 hingga 21 mm, dan durasi gempa 57,56 hingga 146,32 detik, lanjutnya.
Gunung Merapi saat ini berada pada Level III atau Waspada. BPPTKG merekomendasikan agar masyarakat tidak bekerja di wilayah yang diketahui bermasalah.
“Bahaya letusan gunung berapi dan awan panas diperkirakan terjadi di wilayah selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sepanjang 5 kilometer serta sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng. Sampai 7 kilometer,” ujarnya.
Read More : Pegi Alias Perong Ditangkap, Kuasa Hukum: Ciri-Ciri Tidak Sesuai dengan DPO
Di bagian timur, kerusakan diperkirakan akan menambah Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Material vulkanik dapat terlontar dalam jarak 3 kilometer dari puncak dalam letusan eksplosif.
BPPTKG mengimbau masyarakat mewaspadai bahaya jatuhan lahar dan awan panas, terutama hujan. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diperkirakan bersiap menghadapi kekacauan akibat abu vulkanik.
Apabila terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, BPPTKG akan segera memantau tingkat aktivitas dan memberikan informasi terkini.