Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, DPR III di Senayan, Rabu (26/6). Data mengejutkan transaksi perjudian online di Indonesia ia ungkapkan saat rapat kerja dengan KPU. / 2024).
Read More : Setelah 3 Kali Meninjau, Apakah Program Makan Bergizi Gratis Akan Jadi Fokus Gibran Rakabuming Raka?
Ivan mengatakan, data menunjukkan 60 juta transaksi perjudian online terjadi dan total aliran dana melebihi Rp 101 triliun. Temuan ini menyoroti besarnya industri perjudian online di negara tersebut.
“Pada kuartal pertama tahun ini, kami menemukan nilai transaksi perjudian online lebih dari Rp 101 triliun. Total transaksi yang kami analisis mencapai 400.000.000 transaksi. Pada kuartal pertama tahun ini saja mencapai 60.000.000 transaksi, jelas Ivan.
Ivan menjelaskan perjudian online di Indonesia berkembang pesat sejak tahun 2017. Pada tahun itu, PPATK mencatat aliran dana sebesar Rp 2,3 triliun untuk perjudian online. Jumlah tersebut terus meningkat signifikan pada tahun-tahun berikutnya, mencapai Rp3,9 triliun pada tahun 2018, Rp6,5 triliun pada tahun 2019, dan Rp15,7 triliun pada tahun 2020. Peningkatan paling signifikan terjadi pada tahun 2021 dengan total aliran dana sebesar Rp57 triliun. .
Tren pertumbuhan yang mengkhawatirkan ini akan berlanjut hingga tahun 2022 dan 2023. Pada tahun 2022, aliran dana perjudian online mencapai Rp 140 triliun, sedangkan pada tahun 2023 sedikit menurun, namun tetap pada level yang mencengangkan yaitu Rp 127 triliun. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa perjudian online semakin mengakar di masyarakat Indonesia.
Pemerintah meresponsnya dengan mengelompokkan berdasarkan demografi dan geografi untuk menganalisis data pemain judi online. Langkah ini diambil untuk memahami lebih dalam mengenai profil dan pola sebaran pemain, serta merumuskan strategi penanggulangan yang lebih efektif.
Read More : Presiden Prabowo Ajak Driver Ojol Silaturahmi di Istana Saat Lebaran
“Kita sebenarnya memetakannya secara kecamatan dan desa, jadi sekarang kita paham provinsi mana yang paling banyak jumlahnya. Kita juga tentukan gender dan profesinya berdasarkan desa. Profesi kita juga dipetakan, pekerjaan kita juga dipetakan,” ujarnya.
Sayangnya, masyarakat sipil bukanlah satu-satunya pihak yang terlibat; Ivan mengungkapkan, setidaknya ada 1.000 anggota legislatif yang terlibat dalam aktivitas perjudian online, dan total simpanannya mencapai Rp 25 miliar.
“Apakah legislatif pusat dan daerah terlibat? Ya, kita tahu ada 1.000 lebih orang yang terlibat,” kata Ivan. desak Ivan.