Jakarta, Beritasatu.com – Pasca dua bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, dampaknya sangat besar dan masih terasa hingga saat ini.

Read More : Pesawat Asal Jepang Jatuh 8 Km, Penumpang Langsung Tulis Surat Wasiat

Pengeboman Hiroshima menewaskan sekitar 140.000 orang pada akhir tahun 1945, sedangkan pemboman Nagasaki menewaskan 74.000 orang. Banyak orang yang selamat menderita leukemia, kanker, dan efek samping radiasi lainnya.

Bom uranium yang meledak di Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 mempunyai kekuatan yang sama dengan 15.000 ton TNT, menghancurkan 70% bangunan dan menyebabkan banyak kematian serta meningkatkan penyakit kronis di antara para penyintas.

Tiga hari kemudian, bom plutonium yang lebih besar meledak di Nagasaki, menghancurkan 6,7 kilometer persegi kota tersebut, dengan suhu tanah mencapai 4.000 derajat Celcius dan hujan radioaktif lebat.

Dampak jangka panjang dari pengeboman ini sangat mengerikan. Lima sampai enam tahun setelah pemboman, kasus leukemia meroket di kalangan penyintas.

Dalam dekade-dekade berikutnya, banyak orang menderita kanker tiroid, payudara, paru-paru, dan kanker lainnya dengan tingkat yang lebih tinggi dari biasanya.

Read More : MK Putuskan Asuransi Tak Bisa Batalkan Klaim Sepihak, OJK: Ada Keseimbangan Antara Konsumen dan Perusahaan

Perempuan hamil yang terkena bom mempunyai tingkat keguguran dan kematian bayi yang lebih tinggi, dan anak-anak mereka lebih mungkin mengalami cacat intelektual dan pertumbuhan terhambat.

Orang yang selamat, atau hibakusha, terus mengalami peningkatan kanker terkait radiasi sepanjang hidup mereka. Upaya untuk menghilangkan senjata nuklir tetap kuat, dan kampanye tersebut akhirnya mengarah pada diadopsinya Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir pada tahun 2017.

Meskipun banyak hibakusha merasa bahwa Jepang harus bergabung dengan perjanjian tersebut, pemerintah tidak mengambil langkah ini. Kisah dan perjuangan Hibakusha mengingatkan kita akan dampak senjata nuklir dan pentingnya perdamaian.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *