Jakarta, Beritasatu.com – Pradiabetes semakin banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Pasalnya, banyak anak yang mengalami obesitas, seringkali disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik sehingga menyebabkan penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh.
Read More : Bahaya dan Risiko Kecanduan Judi Online bagi Kesehatan Mental
Kondisi ini mempengaruhi kemampuan sel-sel tubuh untuk merespons insulin secara efektif, suatu kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin.
Akibatnya, kadar glukosa darah meningkat dan tubuh tidak dapat mengatur kadar gula darah dengan baik.
Jika pradiabetes tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 di kemudian hari. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan dampak jangka panjang dan potensinya terhadap kesehatan anak.
Lantas, apa saja tanda-tanda pradiabetes pada anak yang perlu diwaspadai? Berikut kutipan dari Cleveland Clinic, Senin (19/8/2024).
1. Kegemukan Anak yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena pradiabetes. Kelebihan lemak, terutama di area perut, mengganggu kemampuan tubuh memproses insulin.
2. Garis-garis gelap pada kulit (acanthosis nigricans). Bintik atau garis gelap pada kulit, terutama di area seperti leher, ketiak, atau lipatan tubuh lainnya, menandakan resistensi insulin yang sering dikaitkan dengan pradiabetes.
3. Sering merasa haus dan ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya. Ini tandanya tubuh tidak mengatur gula darah secara efektif.
Read More : Lewat Peristiwa Supranatural, Kakak Vina Cirebon Klaim Adiknya Diperkosa
4. Kelelahan Berlebihan Jika anak Anda sering merasa lelah, lesu, atau kurang berenergi untuk berolahraga, bisa jadi hal itu terjadi karena tubuh tidak memanfaatkan gula dengan baik sebagai energi.
5. Penglihatan kabur atau gangguan penglihatan merupakan tanda gula darah tinggi sehingga berdampak pada kesehatan mata dan sistem saraf.
6. Tes gula darah atau tes hemoglobin A1c menunjukkan bahwa kadar gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya.
7. Anak-anak dengan pradiabetes lebih mungkin menderita penyakit menular karena kadar gula darah yang tinggi mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
8. Perubahan pola makan atau perubahan nafsu makan yang signifikan, peningkatan atau penurunan yang tajam, menandakan bahwa tubuh tidak memproses gula dengan baik.