Jakarta, Beritasatu.com – Protes mahasiswa di Dhaka, Bangladesh berubah menjadi kekerasan dan banyak orang kehilangan nyawa. KBRI Dhaka memastikan WNI di Dhaka aman.

Read More : Investasi IKN Belum Sentuh Target Rp 100 Triliun, Jokowi: Harus Tetap Optimis

“KBRI Dhaka telah menjalin kontak dengan WNI di Bangladesh. Sejauh ini kondisi mereka masih aman,” kata KBRI Dhaka dalam keterangannya, Sabtu (20/07/2024).

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Indonesia di Dhaka terus memantau situasi keamanan di Bangladesh, di tengah aksi protes yang terus berlangsung yang menuntut diakhirinya sistem perekrutan pegawai negeri sipil secara preferensial.

“Protes tersebut mempengaruhi ketersediaan transportasi umum dan menyebabkan banyak orang kehilangan nyawa,” kata pernyataan itu.

“KBRI juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada, menghindari kerumunan, mengikuti instruksi otoritas setempat dan segera menghubungi nomor darurat KBRI Dhaka jika menemui keadaan darurat,” kata KBRI Dhaka.

Berdasarkan data, KBRI Dhaka mencatat terdapat 563 WNI yang tinggal di Bangladesh.

Kementerian Luar Negeri dan KBRI Dhaka akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi keselamatan WNI, demikian pernyataan resmi.

Read More : Rusia Dan China Perkuat Aliansi Ekonomi Strategis

Sebelumnya, kerusuhan di Bangladesh menewaskan 105 orang. Kerusuhan tersebut dipicu oleh pengunjuk rasa yang dipimpin kelompok mahasiswa yang menyerbu sebuah penjara pada Jumat (19/7/2024) dan membebaskan ratusan tahanan.

Polisi Bangladesh sedang berjuang untuk meredam kerusuhan yang disebabkan oleh protes massal di ibu kota Dhaka, dengan melarang pertemuan publik.

Sekitar 105 orang tewas dalam pertempuran minggu ini. Jumlah ini berdasarkan laporan rumah sakit. Kerusuhan tersebut menentang pemerintahan otoriter Perdana Menteri Sheikh Hasina setelah 15 tahun berkuasa.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *