Bengkulu, Beritasatu.com – Seorang pria pemilik sekolah di Desa Air Lelang, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, ditemukan tewas di tempat kerjanya, seorang pria paruh baya.
Read More : Jenazah Santriwati yang diduga Meninggal Akibat Perundungan Diautopsi di RS Bhayangkara Mataram
Pria yang kemudian diketahui bernama Simran Manalu, 41 tahun, diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Keadaan ini diketahui setelah mendapat banyak luka di bagian tubuh dan kepala.
Simran yang diketahui warga Desa Air Lelang ditemukan tergeletak di gedung sekolah dengan luka serius di bagian kepala dan badan. Di lokasi kejadian ditemukan parang berdarah yang diduga digunakan untuk menyerang korban.
Warga sekitar melaporkan penemuan jenazah tersebut ke polisi. Polisi yang tiba di lokasi kejadian, langsung menuju tempat kejadian perkara (TCP), dan membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk diautopsi ya.
Kepala Desa Air Lelang Badrun mengatakan, masyarakat yang tinggal di sana tidak mengetahui kekerasan yang terjadi di rumah korban sebelum kejadian.
Korban adalah seorang janda yang baru pindah pada Desember lalu dari Desa Air Petai, Kecamatan Putri Hijau. Simran terkenal dengan sifat tertutupnya, kata Badrun saat ditemui, Minggu (25/08/2024).
Read More : IHSG Hari Ini Melemah, Saham Sektoral Kompak di Zona Merah
Sebelum kejadian, korban diketahui pernah terlibat adu mulut di toko tuak di Desa Tanjung Dalam sekitar seminggu lalu.
Untuk saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kematian Simran, serta mencari pelaku pembunuhan tersebut.