JAKARTA, Beritasatu.com – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) memiliki 8 juta kader di seluruh Indonesia yang dapat berkontribusi pada industri logistik tanah air. Melalui Ansar Hub, organisasi kepemudaan Islam ini dapat membantu efisiensi biaya logistik di Indonesia.
Read More : Luna Maya Bantah Cincin Lamaran dari Maxime Seharga Rp 2 M
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansar (GP Ansar) Addin Jawaharuddin atau Gus Addin Ansar mengajak pemangku kepentingan di sektor logistik untuk berkolaborasi dengan hub tersebut.
“Kami siap bekerja sama untuk menjadi hub logistik di Indonesia,” ujarnya saat menjadi pembicara pada BNI Investor Daily Summit 2024, forum investasi terbesar di Indonesia, yang digelar di Senayan, Jakarta Convention Center (JCC) di Jakarta, Rabu (9). . . /10/2024).
Gus Adin melanjutkan, kader GP Ansar tersebar di seluruh Indonesia dengan 34 pimpinan daerah dari provinsi, kabupaten/kota, dan desa. Bahkan, jaringan Ansar sudah menyebar hingga ke luar negeri.
Dengan jaringan yang luas dan besar, Ansar Hub dapat dimanfaatkan untuk industri logistik seperti Pondok Pesantren dan peruntukan lahan pada setiap kantor cabang GP Ansar.
Dengan sumber daya manusia (SDM) yang melimpah, Gus Adin mengaku bersedia membantu industri logistik Indonesia.
“Jangan ragu, saya kembali mengajak untuk menjadikan Hub Ansar sebagai hub logistik. Kami akan membantu semaksimal mungkin karena jaringan dan sumber daya kami yang luas,” jelasnya.
Gus Adin menjelaskan ekosistem terintegrasi yang terkait dengan sistem logistik GP Ansar di seluruh Indonesia. Dari segi bahan baku, kader GP Ansar memiliki perkebunan, pertanian, dan perikanan. Sedangkan dari segi pergudangan bisa dimanfaatkan oleh pesantren dan sekolah.
Read More : Astragraphia Cetak Laba Bersih Rp 82 Miliar di Semester I 2024, Fokus Perkuat Solusi Digital
“Dari segi pendistribusiannya tentu ada di setiap wilayah Indonesia, dan sumber daya manusianya melimpah dengan lebih dari 8 juta kader di seluruh Indonesia yang bisa berkontribusi di bidang pengemasan, supir, dan transportasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Gus Adin mendorong pemerintah membentuk badan khusus pengelolaan logistik, Dewan Logistik Nasional. Dikatakan bisa menguasai peta jalan logistik nasional, sehingga biaya perjalanan logistik akan berkurang.
“Perlu dibentuk Dewan Logistik Nasional untuk membangun efisiensi biaya logistik nasional agar produk nasional mampu bersaing di dalam negeri dan global,” ujarnya.
Selain itu, biaya logistik juga menghadapi kendala yang sangat besar sehingga ia berharap Sistem Logistik Nasional (Sislognus) dapat terus berjalan.
“Sislognus bisa terus berjalan dan kita berharap bisa disahkan melalui peraturan turunan seperti peraturan menteri. Peta jalan Sislognus menjadi titik awal penting peta jalan logistik nasional ke depan,” tutupnya.