Jakarta, Beritasatu.com – Anak perusahaan pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen, yakni Seat menolak keputusan UE yang menaikkan tarif mobil listrik China. Sebab, membahayakan lapangan kerja di perusahaan-perusahaan di Spanyol.

Read More : 10 Tahun Memerintah, Jokowi Wariskan Pembangunan Infrastruktur yang Masif

Mengutip Xinhua, Seat pada Sabtu (5/10/2024) mengaku sangat terlibat dalam pembangunan kawasan Eropa. Oleh karena itu mereka menolak keras keputusan tersebut.

“Keputusan ini sulit untuk dipahami, terutama dibandingkan dengan harga yang lebih menguntungkan yang diterapkan pada non-pesaing Eropa,” jelas perusahaan tersebut.

Perusahaan juga memperingatkan bahwa jika situasi ini tidak berubah, akan terdapat konsekuensi negatif yang signifikan baik bagi perusahaan maupun industri mobil Eropa secara umum.

Seat mengatakan pengenaan tarif tersebut akan menimbulkan risiko tinggi karena mereka memproduksi mobil listrik Cupra Tavascan di China. Tarif baru ini jelas akan sangat merusak stabilitas keuangan perusahaan dan juga dapat mengancam lapangan kerja.

“Fokus UE terhadap Tiongkok mengabaikan dampak yang lebih luas terhadap manufaktur Eropa. Mengurangi jumlah kendaraan listrik baterai Cupra Tavascan dapat membahayakan kemampuan Seat untuk memenuhi target CO2 untuk armada Eropa,” jelasnya.

Read More : Hindari Puncak Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal

Seat mengatakan penerapan tarif ini dapat mempengaruhi rencana produksi 530.000 unit kendaraan bermesin pembakaran internal, setara dengan 90.000 unit per tahun, di Martorell, Spanyol, dan tempat lain di Eropa.

“Seat akan terus menganalisis berbagai skenario dan akan melakukan segala kemungkinan untuk mengurangi tingkat tanggung jawab dan dampaknya bersama dengan VW Group,” kata perusahaan itu.

Perusahaan meminta UE untuk melanjutkan negosiasi yang sedang berlangsung dengan tujuan mencapai solusi yang baik.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *