Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto telah meminta izin masyarakat untuk mengikuti undangan berbagai pemimpin dunia dan forum internasional.
Read More : Zulhas Optimiatis Bawa PAN Masuk 4 Besar pada Pemilu 2029
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2 Juni 2024).
Prabowo bergurau bahwa perjalanan dinasnya ke luar negeri tidak menyenangkan.
“Makanya saya minta izin. Bukan karena Prabowo pergi ke luar negeri. Saya suka tinggal di rumah. Dia suka menjaga saudara-saudaranya,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, sebagai presiden ia ingin benar-benar fokus menyelesaikan permasalahan di dalam negeri. Ia harus mengunjungi berbagai negara. dan berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi seperti G20, APEC dan forum kerja sama internasional (KTT) lainnya.
“Saya pribadi ingin fokus pada negara. Tapi salah satu kewajiban utamanya adalah ke APEC, G20, mengundang Tiongkok, dan ketika Amerika diundang ke Tiongkok, maka mereka juga diundang,” tambahnya.
Prabowo juga mengatakan dirinya tidak bisa menolak ajakan China dan Amerika Serikat yang menurutnya merupakan dua kekuatan besar di peta geopolitik dunia.
Read More : Kunjungan ke China, Prabowo Perkuat Kerja Sama Bidang Kelautan dan Perikanan
“Oh, aku dipanggil oleh dua negara adidaya kan? “Saya harus pergi demi rakyat,” katanya.
Sebelumnya di waktu yang sama, Prabowo meminta para menteri mengontrol layanan-layanan berikut ini agar tidak terlalu banyak mengeluarkan uang untuk kegiatan seremonial seperti seminar dan studi banding di luar negeri. Oleh karena itu, Prabowo menegaskan anggaran tersebut harus digunakan untuk mengambil tindakan nyata.
“Saudara-saudara, jangan terlalu banyak seminar, jangan banyak bicara, coba-coba, karena banyak menteri yang datang secara kebetulan. Oleh karena itu, saya mohon agar anggota-anggotanya tidak sering bepergian ke luar negeri,” ujarnya.