Khan Younis, Beritasatu.com – Israel telah membebaskan 88 jenazah warga Palestina yang tewas dalam serangan militernya di Jalur Gaza pada Rabu (25/9/2024). Namun pihak Palestina menolak menguburkan mereka sampai Israel mengungkapkan identitas para korban dan di mana mereka meninggal.

Read More : KAI Commuter Tambah Jadwal KRL Yogyakarta-Solo dari 24 Jadi 27 Perjalanan pada Februari 2025

Mayat-mayat tersebut dibawa ke Gaza dalam sebuah kontainer yang dimuat ke dalam truk melalui perbatasan yang dikuasai Israel. Para pejabat Palestina mengatakan tidak ada informasi yang dirilis mengenai nama dan usia mereka yang terbunuh atau di mana mereka meninggal.

Pejabat kesehatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis menolak menerima dan menguburkan mereka. Rumah sakit mendesak Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk meminta informasi dari Israel.

“Otoritas kesehatan Gaza telah menangguhkan prosedur pemindahan kontainer (yang berisi jenazah) sampai data dan informasi tentang jenazah tersebut selesai sehingga kerabat mereka dapat diidentifikasi,” kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kepala kantor media pemerintah Hamas di Gaza mengatakan otoritas kesehatan memerintahkan pengemudi truk untuk mengembalikan jenazah warga Palestina yang tewas ke penyeberangan perbatasan Israel. Truk itu meninggalkan rumah sakit.

“Mereka harus bertindak sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional dan melindungi hak-hak para saksi dan keluarga mereka,” kata Ismail Al-Thawabta kepada Reuters.

Menurut Palang Merah pihaknya tidak ikut serta dalam proses transfer tersebut.

Read More : Chelsea vs Tottenham: 2 Gol Dianulir, 10 Kartu Kuning Diacungkan Wasit

“Kami menekankan bahwa semua keluarga berhak menerima informasi tentang orang yang mereka cintai dan menguburkan mereka dengan hormat dan sesuai adat istiadat mereka,” kata ICRC.

Berdasarkan hukum humaniter internasional, mereka yang tewas dalam konflik bersenjata harus diperlakukan dengan bermartabat dan adil. Hukum itu dimaksudkan untuk mencari, menangkap, dan mengevakuasi, agar tidak ada orang yang hilang.

Layanan darurat sipil yang bekerja untuk menemukan orang hilang di reruntuhan, jalan-jalan dan bangunan yang hancur di Gaza mengatakan mereka telah diberitahu tentang sekitar 10.000 orang hilang dalam waktu dekat jika agresi Israel terhadap Gaza berlangsung selama setahun.

Otoritas kesehatan di Gaza mengatakan lebih dari 41.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *