Jakarta, Beritasatu.com – Pembahasan pemberian insentif pada kendaraan listrik hybrid (HEV) atau hybrid berpotensi menghambat kemajuan ekosistem mobil listrik penuh atau battery electric vehicle (BEV).
Read More : All England 2025: Banyak Lakukan Kesalahan, Putri KW Tersisih
Ekonom Senior Institute for Economic Development and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan peningkatan insentif kendaraan HEV untuk mempercepat tujuan netralitas karbon pada tahun 2060.
Namun langkah tersebut dinilai dapat mempengaruhi kemajuan ekosistem BEV di Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan positif. Jika ekosistem BEV mengalami stagnasi, hal ini dapat menghambat inovasi dan keberlanjutan industri otomotif dalam negeri.
โTren penjualan mobil hybrid pasti akan meningkat ketika insentif diterapkan, sehingga bisa mentransformasi pangsa pasar mobil listrik tanah air. Namun rencana kebijakan insentif HEV berpotensi menghambat kemajuan ekosistem BEV di Indonesia, ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (21/6/2024).
Ia juga mengatakan, Indonesia telah memiliki pabrik perakitan kendaraan listrik yang akan didukung oleh pabrik baterai kendaraan listrik, sehingga memungkinkan BEV untuk terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan baterai.
Infrastruktur yang lengkap ini akan membantu mendorong industri suku cadang dalam negeri sehingga dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Read More : Wakil Ketua Komisi I: Donald Trump yang Dekat Indonesia Akan Lanjutkan Kerja Sama dengan Prabowo
โSeiring munculnya BEV sebagai terobosan teknologi di industri otomotif, tren global sangat mendukung perkembangannya,โ kata Tauhid.
Rencana pemberian insentif bagi HEV juga dapat mengganggu potensi investasi dalam pengembangan ekosistem BEV di Indonesia. Beberapa merek kendaraan memandang Indonesia sebagai pasar yang vital, termasuk kegiatan produksinya.
Rencana kebijakan insentif HEV ini dapat menjadi penghambat investasi berkelanjutan dari beberapa brand yang telah membangun ekosistem BEV di Indonesia dan khawatir akan mengganggu stabilitas ekosistem BEV di masa mendatang.