Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak turun sekitar 2% pada perdagangan Senin (29/7/2024). Hal ini terjadi setelah para pejabat Israel mengatakan mereka ingin mencegah kekerasan lebih lanjut di Timur Tengah, sebagai tanggapan atas serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada akhir pekan.

Read More : Orang yang Melaporkan Cacat Produksi dan Penyimpangan Boeing Kembali Meninggal Dunia

Melansir Reuters, Selasa (30/7/2024), kontrak minyak mentah Brent turun US$1,35 (1,7%) menjadi US$79,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI AS turun $1,35 (1,8%) menjadi $75,81 per barel.

Dua pejabat Israel mengatakan Israel ingin menyerang kelompok Hizbullah yang didukung Iran, yang disalahkan atas serangan hari Sabtu, yang menewaskan 12 anak-anak dan remaja.

โ€œTampaknya pasar telah menyadari bahwa meskipun peristiwa ini mengkhawatirkan, namun kecil kemungkinannya akan menimbulkan konflik di seluruh wilayah,โ€ kata John Kilduff, partner di Karee Capital.

Pada Minggu (28/7/2024), pengadilan pertahanan Israel mengizinkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memutuskan apakah dan kapan harus menanggapi serangan terhadap stadion tersebut.

Israel telah berjanji untuk membalas di Lebanon terhadap Hizbullah yang didukung Iran, yang menyangkal bertanggung jawab atas serangan itu. Jet Israel melakukan serangan udara di Lebanon selatan pada hari Minggu.

Read More : Presiden Yoon Umumkan Korea Selatan Darurat Militer, Negara dalam Ketegangan Politik

Perselisihan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai dampaknya terhadap produksi minyak di wilayah penghasil minyak terbesar di dunia, namun sejauh ini produksinya belum terpengaruh.

โ€œMeskipun terjadi ketegangan politik di Timur Tengah, kurangnya gangguan material akan menghambat pergerakan harga yang positif,โ€ kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *