Istanbul, Beritasatu.com – Tekanan terhadap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Israel) agar tegas menghentikan pengiriman senjata kembali meningkat. Kali ini tekanan datang dari koalisi 54 negara dan organisasi internasional.

Read More : Muncul Fenomena Tornado Api Firenado di Tengah Kebakaran Los Angeles, Apa Itu?

Mereka mengklaim bahwa senjata yang dikirim ke Israel digunakan dalam genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Israel diadili atas genosida di Gaza di Mahkamah Internasional.

“Anggota Dewan Keamanan PBB diminta segera mengambil tindakan untuk menghentikan pasokan senjata, amunisi, dan peralatan militer ke Israel, kekuatan pendudukannya,” ujarnya. . Dari Antara.

Dalam pernyataannya, Palestina menekankan pentingnya penerapan hukum internasional dan beberapa keputusan PBB yang diabaikan Israel. Salah satunya adalah Resolusi Majelis Umum ES-10/24. Resolusi tersebut diumumkan pada 18 September 2024, menyerukan pembatasan ekspor senjata.

Keputusan tersebut menjelaskan bahwa ada cukup alasan untuk mencurigai bahwa pembatasan ini telah diterapkan, dan bahwa senjata-senjata tersebut telah digunakan di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur.

Read More : IEE Series 2024 Fokus di Manajemen Bencana dan Perlindungan Sipil

Sejak Oktober 2023, Gaza menjadi sasaran serangan Israel. Faktanya, PBB mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata darurat yang selama ini diabaikan Israel.

Lebih dari 43.300 orang tewas akibat serangan Israel di Gaza. Kebanyakan korban tewas adalah anak-anak dan perempuan. Sedangkan jumlah korban luka mencapai lebih dari 102.260 orang.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *